Arsip untuk Januari, 2010

30
Jan
10

Ma. 24.

Duuh, lagi-lagi satu minggu ini habis dengan sekejap mata. Ma yang mulai sibuk dengan stase PDL, aku yang mulai masuk semester baru (sekaligus terakhir) seolah-olah merenggut quality time yang biasa kami miliki. Ma yang harus masuk jam 5.30 pagi dan aku yang justru terbiasa ngebangunin Ma jam segitu.. Dan hal-hal kecil yang terlupakan lainnya, namun menjadi terasa.

Tapi memang waktu itu relatif. Satu minggu yang berlalu cepat tidak berlaku untuk satu panggilan telepon di pertengahan minggu tersebut. sebentar saja, tapi ya seperti yang saya bilang, terasa.

Huhu, tampaknya dari tahun ke tahun, terlihat kecenderungan bahwa di blogpost dengan tujuan ngasih selamat milad ke Ma selalu diawali dengan curcol dulu ya. Nah. sekarang do’a nya..

Met milad Cinta, semoga ngga lupa makan, bisa bangun pagi (untuk yg ini ud terkabul, hehe), dianugerahi kesehatan, rajin olahraga, lho kok physical semua ya doanya, hehe. Tetap menjadi Ma yang Ma cinta ya. Cinta Ma yang Ma. 😳

Maaf Cinta kalo blogpost nya pendek, ngga ada foto2, ngga ada lagu, tadinya mau pasang Happy Birthday to You nya NKOTB, tapi oldskool banget sih jadi ya sepi gini deh, huhu.. Looking forward to meet you again. Miss you, always.

24
Jan
10

Rifu. 24.

ahem, nothing much to say..

First, I’m simply amazed by how many people write on my FB wall regarding my birthday. regardless of some who might be doing it for formality, well, I’m still amazed. :mrgreen:

kagum, karena aku yang juga make fb, dan sering dapet notif ulang taun temen di fb, cenderung untuk tidak acuh. dengan alasan buang2 waktu, well, alasan yang tidak terbatas hanya pada “tidak mengacuhkan notif ulang tahun temen di fb” aja sih.

dengan kehidupan online yang terkadang menjadi jauh lebih menyita waktu, itu termasuk salah satu korban dari mekanisme pengurangan waktu online saya. ujung2nya saya sampe mikir untuk tidak ngebuka info tentang hari lahir di fb (fortunately not) supaya fb friend saya ngga dapet notif, dan maybe mereka bisa menghemat sedikit waktu online mereka. 😛

masalahnya, dengan lingkar pergaulan real life saya, yang setelah pengamatan belakangan, ternyata juga sudah jauh berkurang daripada dahulu, ya, somehow saya ngerasa kesepian. bukan kesepian in general memang, nonetheless tetep some kind of kesepian in a certain way which I cant describe of.

dan saya yang lagi “kesepian” ini, ketika mbaca wall yang tiba2 rame dengan segala pernak pernik nya, merasa bahwa setidaknya ada yang cukup peduli untuk sedikit menyediakan waktu nulis wall, tersentuh. not that I think no one wont give a damn about my milad either. I’m sure some certain people do give a damn about it. It is to be expected, though not in an expected way. 😳

so.. terima kasih untuk doa, keusilan, formalitas, tagihan traktiran, blog post, komentar di blogpost, an original joke/prayer, anything, apapun lah. :mrgreen:

now, after all that, let me kick my ass off again for becoming 24, and still being an undergrad. -_-”

speaking of still being an undergrad at 24, it dont stop me for thinking about some other “maybe” achievement, bike related stuff especially.

my current fixed gearing. excited about this fixed conversion, too bad it can't always configured like this.

my current fixed gearing. excited about this fixed conversion, too bad it can't always configured like this.

*curcol detected* aaargh, sebel karena ngga jadi pake fixie ke warban, though aneh juga sih kalo pertama kali ke warban pake fixie, pake rasio 36/17T, setidaknya harus coba pake 22/17T dulu lah ya. ridiculously light it is, but still a step closer.

dan masih sepeda related. setelah no hander trackstand, empat basic variation dari trackstand akhirnya menunjukkan tanda2 mungkin dilakukan, not to mention trackstand full stop (rem di lock, ban ngga ada gelinding sama sekali). hehe, salah satu doa miladnya udah mulai terkabul nih. sepeda selalu. 😛

ehm, selalu, tapi ngga terbatas di situ aja ya. ada beberapa (re)enlightenment, terutama masalah pacaran jarak jauh hubungan interpersonal. dan tadi sore ketika ada yang tiba2 curhat karena masalah serupa, (re)enlightenment saya tampaknya bisa jadi sebuah solusi yang feasible.

haha, dan baru aja semalem aku cerita tentang orang curhat biasanya hanya minta didengarkan, bahwa sebenarnya orang curhat tentang suatu masalah sudah tahu tentang solusinya. biasanya, tapi belum tentu sayangnya. jadi ketika ada solusi yang bisa kutawarkan, kenapa tidak?

hmmm, mungkinkah sedikitnya solusi dari aku akhir2 ini berhubungan dengan some kind of kesepian that i cant describe of yang aku alami? mungkin tidak. 😛




berapa orang sih yang hadir?

tracker

Parameter eksistensi kah?

  • 104,333 hits