Feed on
Tulisan
Komentar

setelah semua itu
apapun pada akhirnya engkau
*seharusnya ada satu/dua baris disini untuk menutup puisi ini*

nah, gw bener2 lupa redaksionalnya, pokoknya sesuatu tentang “arti” atau apa gitu. biasanya, segala sesuatu tentang dia itu gw ga mungkin lupa.

aniwei, the point is, ini sebuah postingan curhat, sangat basbang, gw ga peduli tata bahasa dan maaf kalo tulisan gw belepotan *yeah, as always..*

so.. what’s the point?

i’m over her, period.

itu kan general skill!!!

Suatu sore di sekre aksara (kayaknya udah dua tahun yang lalu deh), ada seorang teteh yang minta tolong saya buat ngebersihin virus. Secara waktu itu saya lagi suka banget sama yang namanya manual removal (dan bangga tentunya dengan itu :P ), saya pun mulai menjelaskan langkah2nya… (virus di sini adalah kangen.exe)

1. Pertama, jalankan task manager. Task manager ngga akan bisa dijalankan dengan ctrl+alt+del yang biasa dipakai. Berhubung kangen.exe waktu itu adalah virus buatan lokal yang tergolong masih awal, kita masih bisa menjalankan taskmanager dengan mengetik taskmgr.exe dari “Run”. “Run” sendiri bisa diakses dengan memencet win+R (win maksudnya tombol berlogo windows disamping kiri tombol alt). Setelah diketik, klik run sambil menahan-tekan tombol ctrl. Sebenernya ada satu lagi cara menjalankan Task Manager, yaitu dengan ctrl+shift+esc, tapi karena saya waktu itu belum tahu dan saya belum mencoba cara ini pada komputer yang terinfeksi kangen, jadi saya ngga tahu efektifitas cara ini.

2. Matikan proses nya si virus yang berjalan di background (gw lupa apa aja yang harus dimatiin) :P

3. Bersihkan file virus dari hardrive. Gampangnya sih search aja file .exe dan jangan lupa dispesifikkan ukuran filenya (haha, lagi2 udah lupa berapa ukuran file kangen.exe tersebut) :P

4. Jalankan “msconfig” dari “Run” , pilih tab startup, dan kosongkan checkbox yang mengacu pada virus tersebut

pasti rifu lupa kan yang mana aja namanya? :twisted:

iya iya iya!!!! puass? puwwass?

Nah, tapi inti postingan disini bukan prosedur manual removal tersebut. Waktu itu, saya sudah dengan sangat antusias berusaha mengajarkan cara2 tersebut. Namun respon yang saya terima adalah “susah banget?!?!” (yah, atau kurang lebih seperti itu), sementara menurut saya itu sebenernya adalah hal yang mudah. Mudah? Iya lah, saya aja yang tidak mengerti apa2 soal komputer ini aja bisa kok. Maka keluarlah itu, kalimat sakti tersebut.. “itu kan general skill!!!”, itu kan skill umum, gitu lho.

Yang kemudian ditanggapi negatif oleh temen2 yang lagi pada ada di sekre. Mungkin karena nadanya dan kesan yang ditangkap adalah seperti saya sangat merendahkan si teteh yang nanya ke saya itu. Yaah, mungkin waktu itu saya juga ngga sengaja mengeluarkan tatapan-maut-berkesan-merendahkan saya. Sebagian ada juga yang malah bercanda dengan bilang, “iya itu memang general skill” dalam artian skill nya seorang jenderal.

Yaaah, dan kadang2 kalimat sakti itu masih tak sengaja keluar. Seringkali juga mendapat respons tak sedap. Setelah sedikit diamati, mulai keliatan dimana salahnya. Jadi begini, saya menganggap bahwa diri saya itu ngga bisa apa2, oleh karena itu apa yang saya bisa lakukan seharusnya orang lain mesti bisa juga dong? Nah disini nih ada proses blajar yang terlupakan.

Dalam persepsi saya, meskipun memang semua orang berpotensi bisa melakukan apa yang saya lakukan, tapi kan ngga semua orang memiliki minat untuk belajar hal yang sama dengan saya. Dan meskipun mereka juga berminat, kan belum tentu mereka sempat belajar dalam waktu yang sama dengan saya/memiliki waktu untuk mempelajari hal tersebut.

Yah, jadi kalo kapan2 saya ngga sengaja keluar kalimat itu lagi, maafkan maafkan… :D Namun kalo menurut anda kalimat tersebut keluar dengan kesengajaan, itu artinya saya menantang anda untuk bisa, terserah anda mau atau ngga, ngga masalah :P

Oh ya, dan tentang manual removal itu, saya hampir ga pernah lagi melakukannya. Varian virus lokal sekarang udah terlalu banyak, gila aja kalo saya bisa cara manual removalnya satu per satu. Hahaha, ngabisin waktu dan kreativitas saja. Tapi kalo anda memang menyukai tantangan, kenapa tidak? Atau kayak yang dibilang sora9n, pake system restore aja!! :P

Yang jelas, saya sih sekarang lebih suka pake program antivirus. Namun seiring dengan seringya keluar virus varian baru, maka ya ngga boleh lupa untuk sering2 mengupdate. Ngga tau cara updatenya? Aduh gimana sih, itu kan general skill!!! :lol:

Selamat…

menunaikan ibadah shaum ramadhan buat yang melaksanakannya…!! hayo yang tahun lalu belum kesampean targetnya, yang tarawehnya masih bolong, yang ngerasa khatam Qur’an nya masih kurang, yang… *rifu, kamu mau nerusin curhat pribadi ya?* yah apapun lah, selamat berjuang, memberi makna pada Ramadhan tahun ini.

*is it gonna be another short post?*

hehe, mungkin..

cerita dikit lah, biar ngga kependekan.

sore ini, sore terakhir sebelum Ramadhan 1428 H, gw dan beberapa teman memutuskan buat sepedaan ke Lembang lewat jalur lain (jalur lain, iyah, sampai nama daerahnya aja ngga tau). nyampe di lembang sekitar jam lima lebih dikit setelah berangkat dari simpang dago sekitar jam 4. mungkin sepedaan “skala berat” terakhir setidaknya sampai Ramadhan berakhir.

sempat merasa sedikit “kesepian” di jalan. hmm, kayak semacam “what am i doing here?” gitu. yah, tapi akhirnya dinikmati saja, sambil disinari mentari sore Lembang (sorry guys, no pics :P ) dan dihembus oleh udara sejuk yang terlewat ketika jalanan mulai menurun. melewati pasar dan terminal Lembang dan kemudian mulai ngebut sampai Terminal Ledeng dan mulai terjebak kemacetan setelah Ledeng. turun terus sampai Siliwangi dan kemudian debriefing sejenak di pintu belakang ITB, trus langsung makan dan shalat Magrib di Salman. pulang, mandi, dan terpaksa taraweh sendiri sambil memikirkan jurnal dan laporan yang belum selesai.

jadi, intinya apa? *rifu, what are you doin? you’re supposed to be working on your report and journal!!! just finish with this post and back to your assignments!!!*

iya iya :P

yah gitu aja deh, buat yang minta apdet, maaf kalo ngga mutu apdetannya.

Marhaban ya Ramadhan, Ramadhan moubarak buat umat muslim di seluruh dunia. wassalamu ‘alaikum…!! :mrgreen:

pola yang berbeda

23072007138.jpg

perhatikan gambar pintu depan sebuah rumah ini. ada yang aneh? yak, betul, pola kaca pintunya berbeda antara daun pintu kiri dan daun pintu kanan. kok bisa beda?

panjang ceritanya, tapi kalo ga diceritain mana bisa selesai kan? ahaha~

jadi waktu smp, saya tuh suka banget (atau terobsesi yah?) untuk melompat menggapai balok penyangga yang ada di tengah langit2 ruang tamu rumah tersebut. (iya, waktu smp saya tinggal di rumah itu) yah, mungkin biar tambah tinggi kali yak? tak tau juga lah, pola pikir rifu waktu smp kan memang susah ditebak.

070720_152313.jpg

nah, balok penyangga itu pada saat kejadian penyebab pola kaca berbeda itu sudah sering aku gapai. ya tentu saja dong aku pengen tantangan berbeda. aku memutuskan untuk mencoba menggapai langit-langitnya aja sekalian. tingginya kira-kira sepuluh senti lebih tinggi daripada balok itu.

karena sadar bahwa aku harus melompat lebih tinggi (lagu sheila?) untuk menggapainya, maka aku pun mengambil ancang-ancang di ruang tamu yang tidak seberapa besar itu dan mulai berlari ke arah lompatan yang akan ku lakukan.

yak, dan saya pun melompat..

*ah, tipis kali.. sedikit lagi kena tuh..* adalah apa yang apa di kepala saya waktu itu…

ketika mendarat, saya tersadar bahwa saya berada tepat di depan pintu. tangan saya pun refleks terangkat ke arah pintu untuk menghentikan laju saya. yang aneh, saya kok sempat-sempatnya berpikir bahwa “ini rumah tua, bisa2 pintunya jebol, ya sudah deh, geser tangan sedikit sehingga yang kena kacanya aja, masih mending rumah ga punya kaca pintu depan daripada rumah ga punya pintu depan”. jadilah tangan saya tergeser dan menuju dengan deras ke arah kaca.

tentu saja kaca itu pecah. konon pecahannya sampai ke jalan raya. dan tangan ku pun menjadi korban. ada robekan besar di lengan kanan sebelah luar, dua robekan yang lebih kecil di siku, dua sayatan kecil di pergelangan tangan dan satu sayatan kecil di telapak tangan. robekan di lengan atas itu yang edan. bentuk lukanya lebih seperti disayat dari sudut miring sehingga kulit dan jaringan adiposa di bawahnya yang berwarna putih sampai menggulung ke arah dalam. bila aku pikirkan lagi saat ini, alhamdulillah luka itu tidak terbuka sampai ke tulang dan tidak mengenai arteri besar.

anehnya, luka sebesar itu malah terasa tidak terlalu sakit dibandingkan dengan luka terjatuh di aspal yang biasa aku dapat ketika maen sepatu roda. setelah aku menyadari apa yang terjadi dalam sepersekian menit itu, aku segera ke sumur untuk membasuh luka seperti yang biasa orang lakukan ketika terluka. bulekku yang melihat pun segera menyuruh aku ke rumah sakit.

aku dianter ke rumah sakit naik motor dengan darah berceceran dari lengan ku yang hanya sempat dibalut kaos oblong untuk menahan aliran darah. aku menyaksikan darah ku menetes2 ke aspal jalan selama perjalanan singkat ke rumah sakit itu. *sok dramatisir* eh, tapi beneran itu yang terjadi.

sesampainya di rumah sakit, aku segera diterima di UGD dan diperiksa bidan (eh atau dokter yah?). komentar pertama bidannya (iya iya, gw masih bingung, yang waktu itu meriksa gw bidan atau dokter) itu ada yang seperti ini: “Wah, lukanya parah sekali, mungkin harus dioperasi plastik”. buset dah!! operasi plastik? edun!! separah itukah?

yah tapi akhirnya ga jadi sih operasi plastiknya. cuma dijahit biasa aja kok, tentu saja setelah dibius lokal. aku menyaksikan sedikit demi sedikit lengan ku dijahit dengan jarum melengkung, dengan pandangan impulsif. *ya iya lah, udah dibius, ga kerasa sakitnya, malah rasa penasaran kan yang keluar*

total ada tiga puluh lima jahitan. 18 jahitan di luka besar di lengan atas, 13 jahitan di dua luka di siku, 3 jahitan di pergelangan tangan, dan satu jahitan di telapak tangan. haha, dan yang paling sakit ketika dijahit malah yang di pergelangan tangan. padahal cuma satu jahitan..

dan ini bagian yang agak memalukan, setelah luka2 ku selesai dijahit dan diperban.. I have to get a TT shot on my gluteus!!! yes, on my gluteus!! udah gitu sempet ada adek sepupu cewek gw yang ngintip pulak, malu kan?! yah, tapi daripada kena tetanus sih, mau gimana lagi?

kemudian, setelah diberikan obat *aku lupa obatnya apa, antibiotik kali yah?* aku pun pulang. berwudhu dan sholat ashar dengan perasaan yang sangat aneh karena lengan kanan yang sangat sukar ditekuk dan.. hmmm, kok aku lupa ya seterusnya.. *langsung lanjut ke besoknya aja deh*

siyalnya, kejadian ini tepat terjadi sebelum promotion test di LIA dan besoknya ada ujian sumatif matematika. gwwaaaa!!!!! akhirnya aku harus ngambil promotion tes susulan dan.. tuh kan aku lupa lagi.. berapa yah nilai matematika ku waktu itu?

sekarang.. setelah diingat2, alhamdulillah ga ada luka yang kena arteri besar, kan bisa gawat. haha, malah jadi reminiscing nih, nulis gini karena baru aja balik ke rumah masa smp itu pas liburan kuliah kemaren :mrgreen:

end of..

hiatus!!!!

akhirnya, semua komen yang belum aku respon sejak hiatus sudah aku respon. sekarang.. tinggal tunggu post baru aja lah. yang jelas bukan tentang tag dari tyo itu, males.. ahaha~

*post sangat singkat*

 update:

- duh, yang di OOT belum direspon, lupa..

- buat semuanya yang udah meninggalkan komen dan berkunjung ke blog ini selama rifu hiatus, makasih banget yah.. :D

maap… maap…

kepada teman-teman yang sudah menunggu-nunggu update-an blog ini *lirik sini dan lirik situ* dan kepada teman-teman yang udah baik banget mau komentar baik di post-post sebelumnya maupun di halaman OOT, saya minta maaf karena untuk beberapa waktu ke depan, saya akan sibuk dengan bikin proposal penelitian.

halah, rifu, sok seleb blog kamu!!

hei, bukan itu maksud saya! seperti yang saya tangkap setelah membaca ini, blog sebagai sarana bersosialisasi tentu membutuhkan perhatian tersendiri dari si pemilik blog agar blognya nyaman dikunjungi. dalam bentuk seperti post yang informatif dan tentu saja respon terhadap komentar yang masuk. jadi, atas tidak adanya post baru dan kurangnya respon dari saya terhadap komentar yang masuk, pantas dong kalo saya minta maaf?

anyway, tentang lomba penelitian itu, dibawah adalah sedikit dari apa yang saya temukan di “diary” saya tentang keikutsertaan saya yang pertama kali di lomba penelitian yang sama, tahun 2006 lalu.

———-

sekre aksara, 2006-04-24

    jadi ini tulisan pertama yang saya buat karena permintaan dari seorang “senior” untuk membiasakan saya untuk menulis. tulisan ini sebenarnya diharapkan sebanyak mungkin, tapi kalo bertahap gapapa kan teh?

    ok, saya cerita aja. senin yang lalu, 17 april 2006 merupakan hari pengumuman proposal penelitian yang diterima untuk didanai oleh itb dan mengikuti tahap selanjutnya dari lomba penelitian tersebut. hari yang lumayan saya tunggu-tunggu. ya, sebenernya ga ditunggu-tunggu amat sih.

    paginya, saya sempatkan pergi ke lpkm untuk menemui si bapak yang memang mengurusi masalah-masalah yang berkaitan dengan lomba-lomba kemahasiswaan. kata si bapak, sebenarnya data dari juri sudah sampai, namun belum sempat diolah sehingga belum dapat diumumkan. si bapak kemudian menjanjikan pengumuman akan keluar pada selasa, kalau tidak selasa maka rabu.

    selasa sore, setelah seharian tidur gara-gara “sakit gak jelas”, saya pergi ke salman untuk meminjam charger hape, maklum lobet. ketika hendak mencolokkan kabel charger ke hape, saya mendapati beberapa sms masuk. salah satunya dari teman satu kelompok penelitian, hegar, farmasi 2005.

    beritanya, alhamdulillah proposal diterima. reaksi pertama saya, tersenyum ga percaya. sore itu saya langsung pergi ke lpkm. yap, saya mendapati judul penelitian saya terpampang sebagai satu dari tujuh belas judul penelitian yang diterima. yaah, meski nama saya ketulisnya salah, areif nugroho, bisa dipastikan itu memang judul penelitian tim saya.

    selain judul dari tim saya, saya juga mendapati beberapa judul penelitian yang diusulkan teman-teman saya. satu dari kimia dengan tema yang tidak begitu berbeda dengan saya, energi alternatif. seorang teman dari unit salman dengan tema lingkungan hidup dan satu lagi dari biologi dengan tema lain-lain yang berhubungan dengan ipteks.

    setelah menyempatkan membaca seluruh isi pengumuman yang terpampang, reaksi kedua saya adalah heran. iya, heran. lha itu proposal bikinnya mepet deadline dan seadanya, kok ya bisa keterima? udah gitu, kayaknya kalau dibandingkan dengan teman-teman lain yang juga ikut mengumpulkan, punya tim saya tuh paling tipis. total halaman isi, tanpa lampiran, halaman judul dan pengesahan hanya tujuh halaman.

    sebelum mengumpulkan, saya menyempatkan bertanya ke salah seorang teman yang ikut mengumpulkan proposal tentang jumlah halaman. jawabnya, “dikit kok, cuma dua puluh satu halaman”. dalam hati saya nyeletuk, 21 dikit, gimana 7? yah, gapapa lah, saya menanggapi celetukan saya sendiri, siapa tahu karena sedikit malah dianggap simpel dan padat? pokoknya proposal itu jadi saya kumpulin seadanya. yang penting ga telat deadline ngumpulin lah. kan lumayan dapet dua ratus ribu (ITB memberikan jumlah sekian untuk setiap proposal yang masuk sebagai ganti biaya cetak atau fotokopi).

    keheranan saya, dan teman satu tim saya yang ternyata juga heran, bertahan beberapa hari. untuk menghilangkan keheranan saya, saya mencoba mencari tahu komentar juri tentang proposal tim saya. saya baru sempat bertanya ke si bapak yang mengurusi masalah-masalah yang berkaitan dengan lomba-lomba kemahasiswaan lagi hari ini, senin 2006 april 24, setelah selesai kuliah.

    ketika saya membaca komentar juri tersebut … gruduk-gruduk, apa itu? seseorang jatuh dari tangga? aku menyempatkan melihat, tapi ternyata yang bersangkutan tidak apa-apa. bagus lah … keheranan saya pun mulai bisa dipahami.

    komentar juri, pustaka kurang tapi gagasan dan sistematika sudah baik, rumusan masalah dan tujuan jelas, metodologi sesuai dan sistematis. wow. kalo masalah pustaka memang sih tim saya cuma mencantumkan satu judul di daftar pustaka (sebenarnya yang satu itu lebih dari cukup, sangat komprehensif, lha wong tebelnya aja 300an halaman, semua tentang topik yang saya ajukan di proposal).

    kalo ngeliat dari komentar juri, tebal tipis tampaknya tidak terlalu menjadi masalah. dan untuk yang “dipuji-puji ama juri” itu, well, what can i say, semuanya itu kan hasil penjabaran dari konsultansi ama dosen pembimbing tim saya. setelah heran, sekarang saya bingung, ada waktu buat ngerjain tuh penelitian gak ya?

———-

 

hihihi, maap ya kalo pusing bacanya, cuma kopipaste dari notepad sih :mrgreen:

sedikit catatan, lomba penelitian seperti ini nih yang bikin saya lebih enjoy kuliah. ketika materi perkuliahan gak cuma sekedar materi yang setelah diujiankan kemudian dilupakan. salah satu dari bagian-bagian yang bikin kuliah enak, seperti yang saya sebutkan di sini, kalimat terakhir pada paragraf kedua dari bawah.

berita resmi tentang lomba penelitian bisa dilihat di sini.

another poem?

Kau nyata

Aku berkelit

Aku ada

Kau jengah

Kau ada

Aku mau

Aku nyata

Kau… tak mau kah?

originally written on 2007-06-07.

berawal dari canda…

Masalah ini berawal dari sini, komen #70 s.d. komen #89 pada saat post ini dibuat. Jadi teringat, saya, bersama seorang teman, pernah menulis artikel di rubrik “Jalan Terang”, buletin jumat “Kronika”, edisi 29 September 2006.

 

——————————–
Canda dan Prasangka

 

Siapa di antara kita yang tak pernah bercanda? Setidaknya pernah kan walaupun sesekali. Kebanyakan diantara kita pasti sebenarnya sering melakukannya, cuma tidak banyak teman-teman kita yang lain yang pernah melihat kita bercanda. Canda pun telah menjadi sarana mempererat persaudaraan karena perasaan gembira yang ditimbulkannya. Canda sudah menjadi hal yang lumrah pada manusia.

 

Tak ada yang melarang bercanda, bahkan Rasulullah SAW pun pernah melakukannya. Rasulullah, jika bercanda selalu dengan tujuan untuk menghibur, mempererat hubungan silaturahmi, dan menyenangkan hati orang lain. Candaan Rasulullah SAW lebih berbobot, berdaya nalar dan benar.

 

Pernah suatu ketika seorang sahabat menanyakan dengan apa Rasulullah akan pergi ke suatu tempat. Lalu beliau menjawab, ”Dengan menunggang anak unta.” Mendengar jawaban Rasulullah SAW tersebut, sahabat itu malah heran dan terbesit dalam pikirannya bahwa mana mungkin beliau menaiki seekor anak unta. Lalu sahabat tersebut bertanya kembali, “Wahai Rasulullah SAW, mengapa engkau menaiki anak unta?”

 

Sambil tersenyum, Rasulullah pun menjawab “Bukankah induk unta adalah juga anak dari unta?” Dan sahabat pun akhirnya tersenyum juga. Namun canda yang sering kita temui sekarang tidaklah selalu berakibat baik. Berikut adalah pengalaman saya dengan suatu canda yang kurang “pas”.

 

Aktivitas saya di beberapa unit Salman tidak dapat dipungkiri menyebabkan saya harus berinteraksi dengan teman-teman lawan jenis. Kadang timbul masalah antara saya dengan mereka. Sehingga pengklarifikasian masalah untuk menghindari adanya salah paham adalah hal biasa.

 

Suatu ketika, saat saya sedang mengklarifikasi suatu masalah dengan akhwat A via telpon, ada akhwat B yang men-cie-cie-kan akhwat A yang sedang berbicara dengan saya. Setelah itu, saya bertanya, maksud cie-cie yang tadi itu apa? Karena sepengetahuan saya, kata-kata itu dipakai biasanya ketika ada orang sedang pacaran atau pedekate atau sedang mempercandakan dua orang lain seolah-olah ada hal-hal berkaitan dengan hubungan lawan jenis pada dua orang lain itu.

 

Belakangan, akhwat B yang berkata cie-cie mengklarifikasi bahwa hal yang waktu itu tidak ada maksud apa-apa. Adalah maklum bila sesama akhwat saling bercanda, bila dalam hal ini ada ikhwan yang mendengar, toh itu juga dengan saya yang sudah mengenal akhwat B tersebut sebelum saya kenal akhwat A. Sudah kenal dan maklum gitu, jadi nyantai aja.

 

Waktu itu, saya menanggapi kalau bercanda itu normal tapi kan kalo bercanda kaya gitu dan didengar orang lain yang tidak memakluminya serta berprasangka yang aneh-aneh, gimana coba? Ada potensi jadi fitnah kan? Saya juga pernah mengalami kejadian serupa dahulu (yap, ini bukan pertama kalinya terjadi pada saya) dan hal yang sama juga saya bilang ke akhwat yang waktu itu juga lagi bercanda.

 

Jadi intinya, bercanda itu normal, apalagi sama orang yang sudah dikenal. Masalahnya kan pada prasangka orang lain yang belum kenal kita. Kan bisa dikira yang aneh-aneh? “Masak aktivis ********?” Ato kalo bukan pada prasangka orang lain, bagaimana dengan yang bersangkutan? Iya kalo nyantai-nyantai aja dan dianggap angin lalu. Kalo tersimpan dalam hati dan dikipasin ama setan gimana? Nah lho..!

 

Kesimpulannya? Bercanda ok, tapi dimana dan kapannya itu harus diperhatikan. Karena berkata yang baik dan benar terkadang sulit untuk dilakukan. Apalagi jika ingin dikemas dengan sebuah candaan. Maka perlu sikap yang lebih hati-hati dan kesadaran yang penuh. Sebuah pepatah mengatakan, “Lebih baik menyesal karena tidak mengatakan sesuatu daripada menyesal karena telah mengatakan sesuatu.”

 

Kan sayang kalo bercanda yang niatnya bercanda bagus-bagus buat mempererat rasa ukhuwah malah menjadi biang timbulnya hal-hal seperti prasangka yang malah bikin setan senang. Jadi sia-sia tuh! Padahal Rasulullah SAW bersabda, “Di antara tanda-tanda keislaman seseorang itu baik adalah ketika ia mampu meninggalkan hal-hal yang sia-sia bagi dirinya.”
——————————–

 

Meski memang sih, waktu itu saya dikomentarin sama seorang akang di unit sebagai “nggak dewasa, hal gitu kok dibahas”.

 

Belakangan, sikap saya terhadap canda-tipe-itu memang melunak. Kita sudah sama-sama tahu lah (bahwa itu memang sekadar bercanda) istilahnya. Saya mulai menerima, bahkan berpartisipasi dalam canda-tipe-itu. Yang penting kan tidak serius, itu apa yang ada di kepala saya, lha wong namanya aja canda kok.

 

Sampai akhirnya terjadilah masalah diatas. Sampai diem-dieman segala. Berangkat dari rasa tidak-ingin-ada-yang-disakiti. Saya memilih untuk memuat artikel diatas, untuk mengingatkan saya lagi bahwa, meski keluhan-keluhan seperti ini terkesan ngga dewasa, canda-tipe-itu memang belum saatnya.

 

Kepada teman-teman, semoga hal ini menjadi pembelajaran buat saya. Maaf dan terima kasih.

 

Wassalamu ‘alaikum.

kenapa?

kenapa harus saya

kenapa harus aku

kenapa harus gw..

kenapa tidak engkau

kenapa tidak kamu

kenapa ngga lo aje..!?!?

yang harus jatuh cinta..

Pedoman Pindah Jurusan

Disini saya akan bercerita tentang mekanisme pindah jurusan yang telah saya alami. Tentu saja hal-hal yang akan diceritakan disini tidak dapat digunakan sebagai “manual” pindah jurusan secara umum namun hanya terbatas pada perguruan tinggi tempat saya belajar.


Sebelum kita beralih ke masalah teknis, ada beberapa hal yang harus kita pastikan terlebih dahulu. Pindah jurusan tidaklah mudah. Anda harus mempunyai motivasi yang sangat kuat. Pastikan anda tidak ingin pindah jurusan hanya karena merasa bosan atau ingin satu jurusan dengan pacar anda. Alasan anda pindah jurusan dan jurusan yang anda inginkan harus datang dari diri anda sendiri, karena mungkin bisa saja anda merasa ingin pindah dari jurusan awal anda karena merasa “dipilihkan” orang lain.


Pastikan juga bahwa anda tidak akan merasakan hal yang sama setelah pindah jurusan nanti (ingin pindah jurusan lagi). Berarti anda juga harus mulai mencari informasi tentang kehidupan kuliah di jurusan tujuan yang anda inginkan. Cobalah menyusup ke salah satu kelas. Cari informasi tentang kurikulumnya. Lebih bagus lagi kalau anda memang memiliki banyak teman di jurusan tujuan anda sehingga bisa bertanya-tanya lebih lanjut.

Setelah anda meyakinkan diri anda sendiri tentang alasan pindah jurusan anda dan jurusan tujuan anda, mari kita membicarakan hal-hal teknis. Ada beberapa prasyarat yang sebaiknya anda cermati, terutama terkait IP dan jurusan tujuan anda. Mitos bahwa IP anda haruslah diatas 3.0 untuk bisa pindah jurusan tidak selalu benar. Berdasarkan peraturan tahun 2006, IP anda dipastikan harus 3.0 hanya jika jurusan tujuan anda masih dalam satu kelompok keilmuan yang sama. Jika jurusan tujuan anda berada pada kelompok keilmuan yang berbeda, maka prasyarat IP bergantung pada jurusan tujuan anda. Ada jurusan yang meminta IP anda harus setidaknya 3.5. Ada jurusan yang akan mengadakan tes khusus lagi untuk anda (seperti jurusan-jurusan FSRD). Namun secara umum, biasanya sih cuma ada psikotes (yang menurut saya hanya untuk memastikan bahwa anda memang tidak goblog). Eh, o iya, anda juga harus sudah lulus TPB dan sudah satu tahun berada di jurusan awal anda (satu tahun TPB dan satu tahun di jurusan berarti anda hanya dapat pindah setelah tahun kedua anda).

Setelah anda yakin anda dapat pindah ke jurusan yang anda inginkan, sekarang anda bisa mulai menulis surat permohonan kepada wakil rektor senior bidang akademik, dekan dan kaprodi jurusan yang akan dituju serta dekan dan kaprodi jurusan yang akan ditinggalkan. Formatnya surat resmi, ditujukan kepada wakil rektor dengan CC pejabat-pejabat yang saya sebutkan diatas. Setelah anda mengirim surat, biasanya anda akan diminta untuk mengikuti psikotes atau tes-tes lain terkait jurusan tujuan anda. Hasil-hasil tes ini, beserta rekaman akademik anda selama TPB dan tahun kedua anda/tahun pertama anda di jurusan akan dipertimbangkan untuk menentukan apakah anda dapat pindah jurusan atau tidak, selain tentu saja “ketersediaan kursi” di jurusan tujuan anda.

Bila anda berhasil pindah jurusan, jangan senang dulu. Derita mahasiswa pindah jurusan menanti anda. Di kampus saya yang beberapa hal terkait kuliahnya sudah dicyberkan, seperti pembayaran SPP autodebet serta perwalian on-line, pindah jurusan yang berakibat bergantinya NIM anda akan berakibat tidak dapat digunakannya fasilitas-fasilitas tersebut (sebagian untuk sementara karena dapat segera diurus ke Direktorat Pendidikan, sebagian untuk selamanya karena malas diurus).


Itu baru masalah administratif. Karena anda akan mengikuti kurikulum jurusan tujuan anda setelah anda berhasil pindah jurusan, biasanya anda harus mengambil mata kuliah spesifik jurusan yang diberikan pada TPB (aneh ya, mata kuliah spesifik jurusan tapi dikasih pas TPB). Dalam kasus saya, saya harus mengambil biologi umum I pada semester ganjil dan biologi umum II pada semester genap. Kalau mata kuliah - mata kuliah ini memiliki sks kecil, tidak ada praktikumnya dan oleh karena itu kecil kemungkinannya bertabrakkan dengan mata kuliah lain sih tidak masalah. Yang jadi masalah kalau sks besar (empat sks) serta ada praktikumnya. Besar kemungkinan anda harus merombak total mata kuliah paket yang biasanya akan anda ambil. Lho, kenapa ga ambil sedikit aja dulu? Masalahnya, selama dua semester pertama anda di jurusan yang baru, anda harus mengambil sks minimal 18 per semester. Bisa-bisa anda harus mengambil mata kuliah lain yang sebenarnya tidak/belum boleh anda ambil, seperti mata kuliah - mata kuliah tingkat empat. Ya habis mau gimana lagi? tidak ada mata kuliah tersisa yang tidak bertabrakan.


Selain harus mengambil minimal 18 sks per semester, selama dua semester pertama di jurusan baru anda juga tidak boleh mendapat IP dibawah 2.5 atau salah satu mata kuliah mendapat D. Bila salah satu dari dua hal itu terjadi, maka anda harus mengucapkan selamat tinggal kepada teman-teman kuliah anda karena anda harus di-DO! Dan kalau anda tidak di DO sekarang karena hal-hal itu, berhati-hatilah karena waktu maksimal masa studi anda tetap lah enam tahun dihitung dari anda masuk ITB perguruan tinggi anda. Tidak masalah? Ingat bahwa anda masih harus mengambil mata kuliah ke tahun sebelumnya. Mungkin anda memperkirakan maksimal anda hanya akan kuliah selama lima tahun dari normalnya empat tahun, tapi karena hal tersebut mungkin anda harus menunggu sampai enam tahun. Injury time tuh!


Ok ok, kebanyakan dari hal-hal yang saya ceritakan barusan adalah bagian-bagian beratnya. Sekarang saya akan bercerita tentang bagian-bagian enaknya. Sekarang, andaikata anda ingin pindah jurusan karena memang itu adalah panggilan dari lubuk sanubari hati terdalam anda, maka tentu anda akan merasa lebih enjoy kan? Ah, cuma rasa enjoy doang! Eh, jangan salah sangka, perasaan bisa menikmati jalannya perkuliahan itu berkontribusi sangat besar lho bagi orang-orang seperti saya yang membutuhkan motivasi ekstra untuk mau tetap bangun selama perkuliahan untuk keberhasilan anda mengerti materi yang dikuliahkan. Walhasil, jangan kaget kalau IP anda di jurusan baru bisa melonjak sampai ratusan persen dari IP di jurusan asal (kalau tadinya IP anda memang jelek ya, kalau IP anda sudah bagus, maaf, IP maksimal yang mungkin itu cuma 4.0). Terus, kalau anda pindah ke jurusan yang banyak ceweknya… ng, yah bayangkan sendiri aja lah kinda harem protagonist gitu deh. Anda mungkin juga akan tertarik dengan subjek-subjek tertentu di jurusan baru anda dan kemudian berminat untuk melakukan penelitian di bidang tersebut. Terlalu cepat untuk mahasiswa? Tidak, sekarang banyak kok lomba penelitian tingkat mahasiswa yang uang penelitiannya sepenuhnya dari panitia.

Hm, apa lagi ya? Kok kayaknya masih banyak hal-hal yang memberatkan ya? Ah ya, saya tahu, hal-hal bagus kan memang tidak terasa. Datang tak bilang-bilang dan ketika pergi kita kehilangan. Sebagai pesan moral saja, anda sudah susah-susah masuk ke perguruan tinggi idaman anda, kemudian anda mungkin sudah berhasil pindah ke jurusan idaman anda, jadi syukuri. Jangan sampai anda ingin pindah jurusan lagi! Yah, bagaimanapun juga ga bisa sih, kan maksimal pindah jurusan hanya sekali. Ingat, syukuri, anda sudah mendapat kesempatan merasakan pendidikan tinggi yang tidak semua penduduk negeri ini merasakannya udah gitu pake lulus lama lagi, ngabisin subsidi negara aja. Buktikan bahwa anda pindah jurusan karena anda memang mampu, bukan karena anda tidak mampu!

« Newer Posts - Older Posts »