Dia Diculik oleh Blogosphere..
Januari 11, 2008 oleh Rifu
Aku mengejarnya, namun dia sekarang sudah tak ada, atau sekadar berbeda.
—
Semuanya membawaku ke kenangan muda. Jaman kuliah baru tahun kedua. Berusaha mengerti makna dari kuliah yang seolah tidak bermakna.
Ada dia. Dia yang pada kesan pertama tidak pernah antusias, tapi kau akan mendapati wajah dan keceriaan yang berbeda bila kau mengajaknya makan malam bersama dan bercerita tentang Linux, love-interest, atau sekadar Maaya Saakamoto. Atau tentang bagaimana berurusan dengan kangen dan brontok jahanam. Atau cerita tentang apa itu resiko, yang selalu membuatku tersenyum saat teringat lagi. Entah kapan pun itu. Atau..
Ada dia. Yang membawaku ke dunia ini. Yang memberi inspirasi, atau tak tahu lah, mungkin sebenarnya aku adalah pengagum rahasianya. Aku. Yang diam-diam meniru seleranya. Yang menguntitnya kemana saja. Yang merasa istimewa karena aku..
Tapi itu semua ngga penting lagi kan. Jarak yang mungkin bertambah hanya lima ratus meter mulai mengubah segalanya. Ketika sesuatu di balik layar menjadi lebih nyata, daripada seseorang yang menunggu bagaikan anak kecil yang antusias bertanya tentang Mikuni Shimokawa. Ketika..
Duh, cerita yang tak selesai, salahkan aku..
Benar!! Aku hanya sesekali main ke kamar kostnya, menjadi cerewet tentangĀ tumpukan debu di pojok kamarnya. Tentang tumpukan kaleng bekas minuman. Atau buat meminjam simplyMepis. Atau sekadar ngajak makan dengan niat bercerita tentang cinta. Atau..
Aku yang posesif dan sok kenal dekat, salahkah aku..
Aku yang sudah dewasa dan seharusnya tak perlu orang lain untuk menjernihkan ada ku di dunia.
—
Ahaha, tanpa dia, aku yang sekarang ini tidak akan ada.
Jangan bertanya tentang dia. Dia yang dulu sudah tidak ada. Berganti dia. Yang membuka mata ku atas dunia maya yang nyata. Yang mengantarkan ku kepada.. cinta.

johhh? jatuh cinta sama siafa di blogosphere negh???
Ni ngomongin sapa sih…
@hoek
iya, saya jatuh cinta sama seseorang di blogosphere, tp pertanyaan itu tidak relevan dengan isi sebenarnya dari posting ini.
@adit
nah ya, ketauan membaca post ini ngga lengkap..
kan sudah ku bilang,
Gyaaaaaa,, Post baru!!
Hmm,, Trekbek ke blognya gih, siapa tau dia juga kangen sama Rifu, tapi lagi sibuk aja,,
Ntar kuliah kan ketemu lagi,,
Hmm…
Jadi ingat pernah ngebahas ini sama Rifu. Apa gak baiknya coba diomongin aja langsung ke orangnya, Rif? Siapa tahu sebenarnya dia juga sama… ^^
*gini ya tenyata pas cowok merasa kehilangan sahabatnya*
blognya? blognya siapa? ah, ntar paling juga dia sadar sendiri, eh, lho, emangnya kita ngomongin siapa? siapa sih yang bakal kangen sama saya?
ya, kecuali untuk seseorang yang memang menyatakan ke saya kalau dia kangen sama saya..sebentar, diomongin? ahaha, ntar dia juga sadar sendiri.. lho, ealah, emang dari tadi ngomongin siapa sih?
eh, sahabat? itu bukannya sesuatu yang mutual?
baguslah kalau dia telah menginspirasi anda hingga seperti sekarang ini. semoga dia segera ditemukan (di blog-o-sphere tentunya)..
dia yang hilang. dia yang ada dapat ditemukan kok.
salam kenal.
siapa yah? ordinaryone?
aih aih…romantisnya jenk!
he? ordinaryone? siapa?
romantic? me? dont think so.. melodramatic maybe..
Walah, mang ada apa nih?
ada apa ya? ada yang kehilangan…
*sekalian pamit buat semuanya, bakal kulker buat sepuluh hari ke depan*
ngomongin “langit” yaa…?
hayo… hayo… siapa? *kedip-kedip ke rifu*
keren banget tulisannya
tapi sayang saya belum nyampe ilmunya
jadi gak ngerti adanya
maaf kalo menggangu komennya
kenapa saya telat mulu….
Oom.. beli pelacak wordpress aja dijamin ketemu

kalo ga cek di tempatnya om akismet dah
fu….
ini tentang……
*mikir*
tidak perlu mengerti, tidak perlu tahu, terlambat tidak apa dan tidak perlu dicari. dia bahagia dan bangga dengan dirinya. biarkan aku sendiri, tidak usahlah dipikirkan. terima kasih untuk yang komentar, saya hanya merutuki diri sendiri.
kira-kira ini postingan romantis nggak ya
*jadi mikir, iya deh kayaknya*