ada tiga tipe orang dalam menyelesaikan ujian, tes atau apapun lah namanya itu.
Pertama, orang yang menyelesaikannya dengan cepat. Mereka ini adalah yang mengerti dan memang bisa mengerjakannya. Kedua, adalah mereka yang selesainya lama. Adalah mereka yang setengah-setengah belajarnya, sehingga tidak terlalu mengerti. Ketiga, segelintir yang selesainya cepat sekali!! Apakah mereka yang paling mengerti? Salah ye, mereka itu yang paling ngga ngerti.
Tidak ada masalah dengan tipe pertama dan kedua. Terus kenapa dengan yang ketiga? Bukankah harusnya segelintir itu yang paling lama selesainya? Hmm, menurut saya mungkin karena mereka sadar bahwa mereka benar-benar tidak bisa. Mau nunggu sampai jenggotan ya tetep ngga bisa. So.. daripada diem aja di ruang kelas misalnya, nungguin waktu ujian habis, mending langsung cabut kan?
Pertanyaannya, saya tipe yang mana? Hoo, tipe kedua jarang. Seringnya tipe pertama dan ketiga jadi satu. Soalnya seringkali saya tidak sempat mendalami sebagian bahan yang diujiankan. *kebiasaan yang buruk* Tapi kalo udah dibaca, biasanya sih bisa.
Jadi, saya akan mengerjakan semua soal yang saya bisa dengan cepat dan sering kali tidak teliti. Setelah selesai, maka saya akan segera beberes dan keluar dari ruang ujian kalau diizinkan. Kenapa? Bukankah masih sempat untuk.. ya siapa tau tiba-tiba bisa gitu ngerjain soal yang ga bisa, dapat ilham or apapun lah itu namanya?
Sederhananya, karena saya mengerti sebagian, saya bisa memperkirakan sesulit apa soal yang tidak bisa saya kerjakan. Dan saya mengerti kemampuan saya. Kalau memang tidak bisa, mengapa dipaksakan? Iya, kasusnya tentu saja akan berbeda bila ujian belum dimulai dan masih sempat belajar, tapi kita ngga ngomongin itu disini. Ujian sudah berjalan dan kita hanya bisa melakukan apa yang sanggup kita lakukan. Nyontek? Heh, ogah.
Terus, kalau memang tidak bisa ngerjain, kenapa ngga menunggu dengan tenang di dalam kelas dan menunggu waktu selesai? Lho, kan bisa dipakai buat ngerjain yang lain?!?! Kenapa tidak? Lagipula, bisa sedikit ngasih teror juga sih buat yang masih pada belum selesai, pikir mereka “gila, gw masih banyak yang belum kelar, kok dia udah selesai sih?”
. But seriously, itu hanya karena mereka tidak tau kalo itu tipe tiga yang sedang berjalan keluar ruang ujian.
Nah, tapi apakah aku puas dengan menjadi sebagian tipe satu dan sebagian tipe tiga? Ga mungkin kan terus-terusan jadi tipe ketiga. Gila aja, kapan gw nikah lulus gini caranya? Oke, so what can we do? Hmmm, sederhana, salah satunya, jangan ngeblog dan sempet-sempetnya bikin post sementara besok dua UTS menunggu.

Komentar Terbaru