10
Mei
07

Pedoman Pindah Jurusan

Disini saya akan bercerita tentang mekanisme pindah jurusan yang telah saya alami. Tentu saja hal-hal yang akan diceritakan disini tidak dapat digunakan sebagai “manual” pindah jurusan secara umum namun hanya terbatas pada perguruan tinggi tempat saya belajar.


Sebelum kita beralih ke masalah teknis, ada beberapa hal yang harus kita pastikan terlebih dahulu. Pindah jurusan tidaklah mudah. Anda harus mempunyai motivasi yang sangat kuat. Pastikan anda tidak ingin pindah jurusan hanya karena merasa bosan atau ingin satu jurusan dengan pacar anda. Alasan anda pindah jurusan dan jurusan yang anda inginkan harus datang dari diri anda sendiri, karena mungkin bisa saja anda merasa ingin pindah dari jurusan awal anda karena merasa “dipilihkan” orang lain.


Pastikan juga bahwa anda tidak akan merasakan hal yang sama setelah pindah jurusan nanti (ingin pindah jurusan lagi). Berarti anda juga harus mulai mencari informasi tentang kehidupan kuliah di jurusan tujuan yang anda inginkan. Cobalah menyusup ke salah satu kelas. Cari informasi tentang kurikulumnya. Lebih bagus lagi kalau anda memang memiliki banyak teman di jurusan tujuan anda sehingga bisa bertanya-tanya lebih lanjut.

Setelah anda meyakinkan diri anda sendiri tentang alasan pindah jurusan anda dan jurusan tujuan anda, mari kita membicarakan hal-hal teknis. Ada beberapa prasyarat yang sebaiknya anda cermati, terutama terkait IP dan jurusan tujuan anda. Mitos bahwa IP anda haruslah diatas 3.0 untuk bisa pindah jurusan tidak selalu benar. Berdasarkan peraturan tahun 2006, IP anda dipastikan harus 3.0 hanya jika jurusan tujuan anda masih dalam satu kelompok keilmuan yang sama. Jika jurusan tujuan anda berada pada kelompok keilmuan yang berbeda, maka prasyarat IP bergantung pada jurusan tujuan anda. Ada jurusan yang meminta IP anda harus setidaknya 3.5. Ada jurusan yang akan mengadakan tes khusus lagi untuk anda (seperti jurusan-jurusan FSRD). Namun secara umum, biasanya sih cuma ada psikotes (yang menurut saya hanya untuk memastikan bahwa anda memang tidak goblog). Eh, o iya, anda juga harus sudah lulus TPB dan sudah satu tahun berada di jurusan awal anda (satu tahun TPB dan satu tahun di jurusan berarti anda hanya dapat pindah setelah tahun kedua anda).

Setelah anda yakin anda dapat pindah ke jurusan yang anda inginkan, sekarang anda bisa mulai menulis surat permohonan kepada wakil rektor senior bidang akademik, dekan dan kaprodi jurusan yang akan dituju serta dekan dan kaprodi jurusan yang akan ditinggalkan. Formatnya surat resmi, ditujukan kepada wakil rektor dengan CC pejabat-pejabat yang saya sebutkan diatas. Setelah anda mengirim surat, biasanya anda akan diminta untuk mengikuti psikotes atau tes-tes lain terkait jurusan tujuan anda. Hasil-hasil tes ini, beserta rekaman akademik anda selama TPB dan tahun kedua anda/tahun pertama anda di jurusan akan dipertimbangkan untuk menentukan apakah anda dapat pindah jurusan atau tidak, selain tentu saja “ketersediaan kursi” di jurusan tujuan anda.

Bila anda berhasil pindah jurusan, jangan senang dulu. Derita mahasiswa pindah jurusan menanti anda. Di kampus saya yang beberapa hal terkait kuliahnya sudah dicyberkan, seperti pembayaran SPP autodebet serta perwalian on-line, pindah jurusan yang berakibat bergantinya NIM anda akan berakibat tidak dapat digunakannya fasilitas-fasilitas tersebut (sebagian untuk sementara karena dapat segera diurus ke Direktorat Pendidikan, sebagian untuk selamanya karena malas diurus).


Itu baru masalah administratif. Karena anda akan mengikuti kurikulum jurusan tujuan anda setelah anda berhasil pindah jurusan, biasanya anda harus mengambil mata kuliah spesifik jurusan yang diberikan pada TPB (aneh ya, mata kuliah spesifik jurusan tapi dikasih pas TPB). Dalam kasus saya, saya harus mengambil biologi umum I pada semester ganjil dan biologi umum II pada semester genap. Kalau mata kuliah – mata kuliah ini memiliki sks kecil, tidak ada praktikumnya dan oleh karena itu kecil kemungkinannya bertabrakkan dengan mata kuliah lain sih tidak masalah. Yang jadi masalah kalau sks besar (empat sks) serta ada praktikumnya. Besar kemungkinan anda harus merombak total mata kuliah paket yang biasanya akan anda ambil. Lho, kenapa ga ambil sedikit aja dulu? Masalahnya, selama dua semester pertama anda di jurusan yang baru, anda harus mengambil sks minimal 18 per semester. Bisa-bisa anda harus mengambil mata kuliah lain yang sebenarnya tidak/belum boleh anda ambil, seperti mata kuliah – mata kuliah tingkat empat. Ya habis mau gimana lagi? tidak ada mata kuliah tersisa yang tidak bertabrakan.


Selain harus mengambil minimal 18 sks per semester, selama dua semester pertama di jurusan baru anda juga tidak boleh mendapat IP dibawah 2.5 atau salah satu mata kuliah mendapat D. Bila salah satu dari dua hal itu terjadi, maka anda harus mengucapkan selamat tinggal kepada teman-teman kuliah anda karena anda harus di-DO! Dan kalau anda tidak di DO sekarang karena hal-hal itu, berhati-hatilah karena waktu maksimal masa studi anda tetap lah enam tahun dihitung dari anda masuk ITB perguruan tinggi anda. Tidak masalah? Ingat bahwa anda masih harus mengambil mata kuliah ke tahun sebelumnya. Mungkin anda memperkirakan maksimal anda hanya akan kuliah selama lima tahun dari normalnya empat tahun, tapi karena hal tersebut mungkin anda harus menunggu sampai enam tahun. Injury time tuh!


Ok ok, kebanyakan dari hal-hal yang saya ceritakan barusan adalah bagian-bagian beratnya. Sekarang saya akan bercerita tentang bagian-bagian enaknya. Sekarang, andaikata anda ingin pindah jurusan karena memang itu adalah panggilan dari lubuk sanubari hati terdalam anda, maka tentu anda akan merasa lebih enjoy kan? Ah, cuma rasa enjoy doang! Eh, jangan salah sangka, perasaan bisa menikmati jalannya perkuliahan itu berkontribusi sangat besar lho bagi orang-orang seperti saya yang membutuhkan motivasi ekstra untuk mau tetap bangun selama perkuliahan untuk keberhasilan anda mengerti materi yang dikuliahkan. Walhasil, jangan kaget kalau IP anda di jurusan baru bisa melonjak sampai ratusan persen dari IP di jurusan asal (kalau tadinya IP anda memang jelek ya, kalau IP anda sudah bagus, maaf, IP maksimal yang mungkin itu cuma 4.0). Terus, kalau anda pindah ke jurusan yang banyak ceweknya… ng, yah bayangkan sendiri aja lah kinda harem protagonist gitu deh. Anda mungkin juga akan tertarik dengan subjek-subjek tertentu di jurusan baru anda dan kemudian berminat untuk melakukan penelitian di bidang tersebut. Terlalu cepat untuk mahasiswa? Tidak, sekarang banyak kok lomba penelitian tingkat mahasiswa yang uang penelitiannya sepenuhnya dari panitia.

Hm, apa lagi ya? Kok kayaknya masih banyak hal-hal yang memberatkan ya? Ah ya, saya tahu, hal-hal bagus kan memang tidak terasa. Datang tak bilang-bilang dan ketika pergi kita kehilangan. Sebagai pesan moral saja, anda sudah susah-susah masuk ke perguruan tinggi idaman anda, kemudian anda mungkin sudah berhasil pindah ke jurusan idaman anda, jadi syukuri. Jangan sampai anda ingin pindah jurusan lagi! Yah, bagaimanapun juga ga bisa sih, kan maksimal pindah jurusan hanya sekali. Ingat, syukuri, anda sudah mendapat kesempatan merasakan pendidikan tinggi yang tidak semua penduduk negeri ini merasakannya udah gitu pake lulus lama lagi, ngabisin subsidi negara aja. Buktikan bahwa anda pindah jurusan karena anda memang mampu, bukan karena anda tidak mampu!

About these ads

179 Responses to “Pedoman Pindah Jurusan”


  1. Mei 11, 2007 pukul 4:10 am

    makanya, putuskan jalan hidup seawal mungkin. jangan bingung belakangan!

    (jadi ingat, dulu ada orang yang bingung pas mau spmb. pikiran gw: bego banget ini orang, yah? H-1 pendaftaran masih belum milih)

    anyway, semoga sukses di jurusan baru. terlalu sayang kalau uang negara dihabiskan untuk seorang mahasiswa yang akan di-DO dengan cepat :)

    (kok jadi sadis begini komentarnya… maaf deh :) )

    ~santai

  2. Mei 12, 2007 pukul 3:13 am

    @yud1

    makanya, putuskan jalan hidup seawal mungkin. jangan bingung belakangan!

    memangnya jalan yang sudah kita putuskan untuk kita tempuh tidak pernah berubah? memangnya diri kita tidak pernah berubah?

    (jadi ingat, dulu ada orang yang bingung pas mau spmb. pikiran gw: bego banget ini orang, yah? H-1 pendaftaran masih belum milih)

    iya tuh, gw juga inget. yang waktu pertama kali masuk SMA pengen masuk teknik penerbangan, trus waktu kelas dua pengen masuk kedokteran, trus sepanjang kelas tiga pengen masuk biologi, trus gara2 waktu tryout nilainya bagus terus jadi pengen masuk kedokteran lagi (dan dimusuhin temen2 sekelas, nambah saingan kata mereka), trus tetap bingung bahkan sampai saat pengisian formulir SPMB kolektif, mikirin milih antara FKUI, FKUNAIR, Biokimia IPB atw TKITB atw… duh banyak banget kayaknya! yang sampai harus ngumpulin formulir SPMB ke wali kelas keesokan harinya karena alasan masih bimbang, padahal besoknya pas mau ngumpulin (tepat di depan sang wali kelas yang baik), baru bisa mutusin, itu pun cuma pilihan pertama, pilihan kedua dikosongin. hmmmm, siapa yaaa? :roll:

    anyway, semoga sukses di jurusan baru. terlalu sayang kalau uang negara dihabiskan untuk seorang mahasiswa yang akan di-DO dengan cepat :)

    Lho, kalo akhirnya tetep di-DO dan bakal ngabisin uang negara juga, mending di-DO dari sekarang! ups…

    (kok jadi sadis begini komentarnya… maaf deh :) )

    dasar, sundel-bolong-mode on yah?

  3. Mei 12, 2007 pukul 1:16 pm

    Kayak nggak kenal yud1 aja, Fu… :P

  4. Mei 12, 2007 pukul 4:07 pm

    waktu kelas dua pengen masuk kedokterani

    sayang ga jadi,, Ma bisa dapet calon temen sejawat kalo ngga,, hehehehehe,, :)

  5. Mei 12, 2007 pukul 4:34 pm

    huhuhu, kalo jadi milih kedokteran juga bisa2 keburu “dibunuh” beramai2 oleh teman-teman yang udah milih FK dari dulu (bayangin, ada temen sekelasku yang ud mau masuk FK dari jaman ksatria baja hitam!)

  6. Mei 12, 2007 pukul 8:33 pm

    Lho, akhirnya Mas Rifu pindah jurusan juga ya? Pindah jurusan apa mas?
    Sekadar berbagi pengalaman pribadi nich:
    Saya waktu kuliah juga gak nyangka karena jurusan yg saya ambil waktu kuliah rada nyimpang dari apa yg saya pelajari waktu STM.
    Saya lulusan STM Telekomunikasi tetapi dipaksa (dianjurkan dengan sangat) oleh ortu untuk menjadi guru sehingga terdampar di jurusan pendidikan Matematika.
    Jadi sebenarnya saya sama dengan apa yg Mas Rifu katakan:

    memangnya jalan yang sudah kita putuskan untuk kita tempuh tidak pernah berubah? memangnya diri kita tidak pernah berubah?

    Saya lebih parah karena jurusan yang saya ambil benar2 jurusan yg tdk saya sukai…maksudnya jadi guru-nya itu lho
    Tetapi saya tetap bertahan krn saya pny prinsip yg slalu saya pegang…
    “Saya akan berusaha semaximal mungkin thd apapun yang sudah saya ambil. Pilihan sendiri atau paksaan itu tdk berpengaruh karena bagaimanapun juga saya sudah memilih (terpaksa atau tdk).”

  7. Mei 13, 2007 pukul 12:32 am

    Lho, akhirnya Mas Rifu pindah jurusan juga ya? Pindah jurusan apa mas?

    hm, jurusan saya? kasitau ga ya? sok misterius seperti si Sora saya sekarang di mikrobiologi.

    hm, wah, kalo saya ga pindah jurusan, bisa2 saya DO, ato saya harus jadi bener2 SO untuk tetap bertahan. yang ada didalam kepala saya waktu itu adalah tetap di jurusan asal dan bekerja ekstra, super duper keras. atau pindah jurusan, dan dapat bekerja dengan lebih nyaman.

    pragmatis? o iya! tapi dilihat dari sudut pandang “ilmu apa sih yang sebenernya ingin aku pelajari?”, ini sebenarnya tindakan idealis.

    daripada saya ngabisin subsidi negara, belajar ampe m*mp*s hanya buat dapet IP seadanya (IP maksudnya sebagai parameter lho ya). mending saya pindah jurusan. memang, tetep ngabisin subsidi negara, tapi setidaknya saya ga jadi sekadar “another below-average undergraduates”. (huhuhu, kebutuhan manusia untuk self esteem)

    kalau IP bagus itu juga salah satu bentuk laporan tanggung jawab terhadap negara, berarti kinerja saya lebih bagus daripada yang kemarin2. the right man at the right place.

    Saya lulusan STM Telekomunikasi tetapi dipaksa (dianjurkan dengan sangat) oleh ortu untuk menjadi guru sehingga terdampar di jurusan pendidikan Matematika.

    hm, terus ceritanya bisa terdampar di Belanda gimana ya?

  8. 8 btyop
    Mei 14, 2007 pukul 7:16 am

    pengalaman pribadi yah?
    semoga dijurusan sekarang (yang sudah kau lalui untuk beberapa saat) nyaman di hati ^_^ (halah)

  9. Mei 21, 2007 pukul 12:07 pm

    online dong rief. mo cerita banyak nih. dah ga sanggup disimpen sendirian >.

  10. Mei 25, 2007 pukul 5:08 am

    berjuang,,!!!! moga moga UASnya sukses deh,, :)

  11. Mei 30, 2007 pukul 1:08 pm

    Rifu… templatenya sama!!!

    penggemar MistyLook makin bertambah saja…

  12. Mei 30, 2007 pukul 2:46 pm

    sama mba Jejakpena ntar ada tiga orang yang pake mistylook di friend’s list saya ^^

  13. Juni 2, 2007 pukul 9:14 am

    panjang nya rifu-kun…*pdhl emg lg males baca nih.hehe*
    pindah jurusan yah??
    saya juga ko skrg blm yakin yah sm jurusan yg saya ambill??
    tp ga lah,, blom saya coba,,mana saya tau kan??
    btw, gutlak uas!
    lagi musim uas nih..hoho ..
    ganbatte na!:-)

  14. Juni 3, 2007 pukul 9:23 am

    terima kasih dukungannya 9race! *bacanya “grace” ya?*

    hihihi, hanya ada dua outcome dari kebimbangan “jurusan”, ketetapan hati di situ atau pindah jurusan, kayak saya ini… hahaha..!!!

  15. Juni 4, 2007 pukul 4:07 am

    hmm…saya milih ketetapan hati ajalah…mudh2n bs..*amin*
    btw, rifu kul dmn sih?

  16. Juni 13, 2007 pukul 2:04 am

    salam kenal juga, makasih udah mampir..

    wow! pindah jurusan ya,,, pasti berat tuh. di FT angkatan gw, 2004, ada 2 mahasiswa pindahan dari GD. wah, kalo geliat mereka, salut juga, dan mpe skarang masih bertahan tuh.

    btw, saya milih FT tuh pas ngantri ngembaliin formulir spmb loh, di sabuga (asli, ngebunderinnya sambil berdiri), kakakaka… kacaw. alhamdulillah cocoook.

    smoga berhasil!

  17. Juni 13, 2007 pukul 3:20 am

    @9race
    mikrobiologi ITB

    @opiq
    berat? iya juga sih, ada beberapa penyesuaian yang harus dilakukan dan beberapa masalah administrasi yang harus diurus. tapi kalo di jurusan tujuan banyak cewenya memang sesuai dengan minat, ga akan terlalu jadi masalah kok. asal ati2 aja jangan sampe kesandung beberapa ketentuan kayak ga boleh dibawah 2.5 dan ga boleh ada D aja…

    btw, saya milih FT tuh pas ngantri ngembaliin formulir spmb loh, di sabuga (asli, ngebunderinnya sambil berdiri), kakakaka… kacaw. alhamdulillah cocoook.

    waduh, ada yang lebih parah ada saudara senasib…

    salam kenal juga, makasih udah mampir..

    sama-sama :D

  18. Juni 25, 2007 pukul 1:56 am

    hohoho…

    Riwayat Pendidikan Siw setelah lulus SMA…
    *17 tahun – PMDK – Bilogi Kelautan FMIPA ITS
    *17 tahun – diterima di STAN-ga diambil, gara2 udah diterima duluan di ITS
    *18 tahun – SMPB – Teknik Perkapalan FTK ITS
    *19 tahun – special- numpang kuliah di FE Unair

    sekarang, yang di Kapal ITS masih Kok…
    aku cinta Kapal!
    kapan2 tak bikin tips pindah jurusan juga ah…

    bubye…
    besok eke kudu ujian Konstruksi Kapal…

  19. Juni 25, 2007 pukul 2:04 am

    #9recehime

    saya juga ko skrg blm yakin yah sm jurusan yg saya ambill??

    yang penting yakin dulu…yakin bisa keluar dengan aman maksutnya…
    kwekekekeke

    skedar info…di ITS itu,(di ITB,UI,UGM juga si…) masuknya susssaaahhhhh…banget!pake saingan ma berebu2 orang yang pengen masuk ke t4 yang sama.
    Tapiii….
    keluarnya ga kalah susah, dan bisa dibilang jauh lebi susah dibanding masuknya

    sudah banyak kok…
    tanya aja ma yang udah berpengalaman ini… –> http://www.joesatch.wordpress.com

  20. Juni 25, 2007 pukul 6:03 am

    wah, sesama pindah jurusan!! :D

    kalo saya dulu

    2004 – USM UGM – Obat Alami (Fakultas Farmasi)
    2004 – SPMB – TK ITB
    2006 – pindah jurusan – Mikrobiologi ITB

    iya chiw, setuju banget!! masuk susah, keluar lebih susah!!! (iya lah lebih susah, siapa sih yang mau ngelepas fasilitas internet 10rb sebulan? :D )

  21. 21 za
    Juli 17, 2007 pukul 2:58 pm

    Lhoh, kok aku baru tahu kamu pindah jurusan Fu! Terus sekarang gimana, rasanya?

  22. Agustus 15, 2007 pukul 9:26 am

    enak kok Kang Zaki, IP saya naik lebih dari 300% :mrgreen:

  23. 23 Ario_roy
    Oktober 7, 2007 pukul 2:04 pm

    Dunia ini lebar kayak daun talas ya….
    ternyata gw ketemu teman-teman nomaden gelow disini..hahah
    gw ario aulio,”riwayat kuliah”
    1. 2004: T.Pertambangan ITB
    2.2005: STAN Jakarta ,DIII Akuntansi (fase terburuk ,gw DO statusnya).
    3.2006: Farmasi UI…yang terakhir dah…cukup..moga cepet lulus

  24. 25 orang yang niat pindah jurusan juga
    November 7, 2007 pukul 1:57 pm

    btw…..lo dari jurusan apa???kyanya banyak yang pengen gw tanyain dh……..gw bisa minta email lo g………. thxb4 y………..

  25. 26 orang yang niat pindah jurusan juga
    November 7, 2007 pukul 2:00 pm

    serius ni…….bls y….

  26. 27 orang yang niat pindah jurusan juga
    November 7, 2007 pukul 4:04 pm

    eh maap gw td blm baca yang atas2…kk dari tekim ya…….k’ gw minta email lo ya………

  27. November 7, 2007 pukul 4:38 pm

    udah saya email langsung ke email kamu ya.

  28. 29 awe
    Agustus 17, 2008 pukul 12:08 am

    salam kenal sesama jumper, hehe ,,,kalo gue pindah dr ftsp ke fti bro…

  29. 30 awe
    Agustus 17, 2008 pukul 12:09 am

    eh iya ada ym ga?id gue sama kyk email

  30. Agustus 20, 2008 pukul 8:51 pm

    hooo, salam kenal juga, angkatan berapa? :D

  31. 32 rizki
    Agustus 24, 2008 pukul 9:45 pm

    liat postingan diatas, gue jadi inget masa kegelapan dulu.
    1997 teknik kimia ITS + elektro STT Telkom
    1998 Farmasi ITB gak diambil, ortu pengen tetep di STT, padahal udah reg abis 535 rb
    gak konsen kul, DO dari STT
    2004 Di STT Telkom LAGI!!! tinggal TA
    aku gak tau kalo di ITB bisa pindah jurusan. pengen FT banget saat itu. 60% gak jebol coba, gondok banget !!!!!,

    worst from the worst right?

  32. Agustus 26, 2008 pukul 6:37 am

    ip saya sebelum pindah jurusan 0.61, abis pindah jadi 3.22, naek 5x lipat.

    kalo ud pernah dapet yang paling jelek, bakal ngerasain yang paling enak kok :mrgreen:

  33. 34 rizki
    Agustus 28, 2008 pukul 6:21 pm

    numpang nanya, cuman penasaran, dari tek kim ke fmipa biologi itu kan turun kasta, apa gak nyesel ?

  34. Agustus 29, 2008 pukul 10:13 pm

    hohoho, sekarang ud bukan fmipa lagi :P

    turun passing grade mungkin iya, kalo turun kasta mah itu cuma masalah arogansi jurusan sugesti pribadi doang kok.. :mrgreen:

    yang jelas aku bakal lebih nyesel kalo ngga pindah jurusan dan DO :D

  35. 36 sherlanova
    Agustus 30, 2008 pukul 7:06 pm

    Saya hampir pindah tempat kuliah.

    Kalo saya tau dari dulu di ITB bisa pindah jurusan, saya udah pindah ke Biologi atau SR kali ^_^

    [D*MN! Kenapa baru tau setelah dulu Rifu pindah jurusan ya?]

    Tapi setelah ke sini-sini, saya bisa nikmatin kuliah di Matematika juga: A L J A B A R !!! Ohohoho…. :D

    Bersyukur saya gak jadi pindah kuliah (atau jurusan–kalo dulu tau bisa gitu).

  36. 37 maba itb 2008
    September 1, 2008 pukul 4:02 am

    @rizki, yah kalo katanya turun kasta sih ya engga juga sih menurut gw, apalagi turun kasta cuma gara2 passing grade yg lebih rendah.

    gw aja skrg baru masuk sih di sappk-itb. jurusan aja belom dapet, cuman udah niat aja pengen pindah 2 tahun lagi, kayanya kalo ga ke tek industri atau matematika.
    tp gw emg dr dulu jaman sd-smp-sma emg lumayan seneng bgt sama matematika. makanya makin lama kayanya mgkin arah pindah gw (kalo jadi, dan kalo niat pindah gw ga surut) mungkin ke matematika.

    byk yg blg “hah?? matematika? yg di fmipa itu kan? kan itu lebih rendah drpada lo??”
    trus kalo gt kenapa? kalo menurut gw sbg ikan gw cocoknya di kolam itu kenapa engga, ya kan?

    ini orang2 pada liatnya pass grade aja…

  37. September 2, 2008 pukul 6:47 am

    @teh ales
    hohoho, di biologi kan juga ada matematikanya teh :P

    *literally ketawa pas teh ales bilang baru tau pas aku pindah jurusan* :lol:

    @maba itb 2008
    hohoho, jadi inget, dulu sebenernya sepanjang kelas 3 milihnya biologi lho, tapi begitu ambil bta dan dapet passing grade tinggi2 mulu jadi tergoda ambil teknik kimia deh, alasannya, mubazir passing grade, tapi sekarang, kayaknya mendingan mubazir passing grade deh daripada mubazir dua tahun karena pindah jurusan :mrgreen:

    pada akhirnya, yang nentuin dimana kita kuliah bukan cuma kemampuan akademis, tapi emang minat juga sih :P

    btw, kamu anak 8 juga kan?

  38. 39 rizki
    September 2, 2008 pukul 11:48 am

    sori kalo aku bikin polemik. aku cuman iseng aja.kalian betul. passing grade gak menentukan masa depan, gengsi atau bahkan kesuksesan. kalo 10 tahun yg lalu ada orang bilang gini aku akan manggut2 tapi ketawa dalam hati. tapi skr aku betul2 percaya. i learn this thing in a hard way. kalo kalian seneng math, jalani dengan antusias dan kerja keras. hasil nya akan jauh beda dengan yang paksaan atau jaga imej dan gengsi. beda banget. aku terlalu banyak ngeliat contohnya. tapi jgn lupa untuk belajar ilmu sosial juga. pola pikirku agak berubah 5 tahun terakhir pas baca daniel goleman’s emotional intelligence. buku itu bener2 mengena. aku juga dah kerja. pas di dunia nyata, banyak hal lain yang juga penting selain akademik. kemampuan bicara di depan publik , memimpin, negosiasi, bodi language, arguing dll.

  39. September 3, 2008 pukul 5:04 pm

    polemik? santai… :cool:

    hal yang paling aku inget di bukunya daniel goleman tuh tentang overflow, dimana kita bisa mengerjakan sesuatu sampai lupa waktu :mrgreen:

  40. 41 maba itb 2008
    September 5, 2008 pukul 4:08 am

    weh iya mas rifu, saya di critain argo ttg ada anak8 pindah2 jur, eh trus saya nebak aja gt “namanya arif bkn?” gataunya..hehehe, wah kapan nih saya pengen ngobrol2, pengen takon2 dulu…

  41. September 5, 2008 pukul 10:03 pm

    wah, jowo ne metu :P

    silakan-silakan, kapan aja mau ngobrol, ud saya add ym nya kok.. :mrgreen:

  42. November 2, 2008 pukul 2:59 pm

    I read some of the posts and I think it is a great site. I appreciate your comment about my entire glove I have a joke for you =) Where does a one-armed man shop? At a second hand store.

  43. 45 Ardianto
    November 6, 2008 pukul 7:08 pm

    Mau tanya mas..
    Bgmn dengan himpunan dan kawan-kawan di jurusan lama?
    Sekadar tanya aja..

  44. November 7, 2008 pukul 8:05 pm

    hehe, tadi sore saya malah baru aja nelpon temen satu angkatan teknik kimia yang sekarang udah kerja di cophi :mrgreen:

  45. 47 Asept Setiaji
    Mei 6, 2009 pukul 4:31 pm

    Assalamualaikum……
    Perkenalkan nama saya asept setiaji
    saya sekarang kul di D3 IPB smstr 6

    saya berencana mlnjtkan studi ke S1 mikrob…
    eh..tnyata disini basisnya, hehehe

    Mas2 mba2 kl bleh tau gimana mekanisme masuk ke
    S1 mikrobiologi yang dijelaska……
    n di atas…bisa
    ekstensi atw nggak?

    Thanks a lot before

  46. 48 Asept Setiaji
    Mei 6, 2009 pukul 4:32 pm

    e-mail saya

    ajy_guy@yahoo.co.id

    saya ada facebook….^_^

  47. Mei 7, 2009 pukul 4:42 am

    wa’alaikum salam, udah saya balas via email ya :)

  48. 50 arioroy
    Mei 13, 2009 pukul 5:23 pm

    saya lagi tersangkut kasus penipuan dikaskus.emang saya pernah kehilangan hp.021-93519166.ternyata ada yang mensalahgunakan nomor hp saya yang lama.saya ario aulio yang menulis pernah pindah jurusan dari itb ke ui ke stan

  49. 51 some_one
    Mei 13, 2009 pukul 6:02 pm

    pindh jurusan.gak ah!

  50. 52 tridente
    Mei 13, 2009 pukul 6:03 pm

    temen gw juga ada sih yang pindah jurusan.dari itb ke stan angkatn 2003.kangen sekali

  51. Mei 14, 2009 pukul 8:45 am

    @ 3 komentar diatas
    ng, hubungan kehilangan hape sama pindah jurusan apa ya? dan mengapa post 3 komen berbeda dari IP yang sama dengan email sama tapi username beda?

    saya ario aulio yang menulis pernah pindah jurusan dari itb ke ui ke stan

    iya iya, komen yang ini kan?

  52. Juli 5, 2009 pukul 6:53 am

    kang, boleh minta emailnya?

    Ane ngalamin pengalaman yg mirip dg ente,n kepikiran bwt pindah jurusan dg tujuan jurusan yg sama

    Ntar bsa ngobrol kan Kang,minta saran,nasehat,ama bantuannya ql jd

    Pindah jurusan tuh t’akhir 15 juLi ya Kang?

    Thanks berat!

  53. 56 bento
    Maret 5, 2010 pukul 2:10 am

    gwe minta tolong bikinin contoh surat permohonan pinda jurusan dong soalnya we mau pinda dari manajemen ke akuntansi ok.tolong ni

    • Maret 5, 2010 pukul 6:11 am

      wah, surat permohonan pindah jurusan template nya beda2 lho untuk setiap perguruan tinggi. kuliah dimana? udah coba ngecek peraturan akademik di situ?

  54. 58 adi
    Maret 8, 2010 pukul 10:35 am

    Kang, apakah mahasiswa setelah tingkat tiga bisa pindah jurusan? seperti kasus saya ini angkatan 2007 yang berpikiran untuk pindah jurusan?

  55. Maret 12, 2010 pukul 5:27 pm

    peraturan akademiknya sih kaya gitu. pas aku tanya, alasannya ya seperti yang aku bilang. kalo dari pengalaman ku, kalo pindah jurusan susah untuk lulus tepat waktu karena di jurusan baru ngulang lagi dari tingkat dua. terus ada beberapa mata kuliah tpb spesifik jurusan baru (dalam kasus saya, Biologi Umum I dan II) yang harus diulang dan berpotensi mengacaukan jadwal mata kuliah paket, yang seharusnya bisa diambil semua dalam satu semester jadi tidak bisa.

  56. 62 adi
    Maret 22, 2010 pukul 2:10 pm

    Kang tadi udah nanya ke Annex, katanya tingkat 3 masih bisa pindah jurusan. Trus Oh ya Kang, dulu waktu pindah ke Mikrobiologi pake dimintain surat bebas butawarna g Kang?

  57. 65 Tund2
    Maret 28, 2010 pukul 2:51 pm

    Mas,, pengen pindah jurusan juga,,, tolong emailin caranya yah??Banyak yang mau kutanyain pleaseee…………Udah gax betah banget nih,……….

  58. April 4, 2010 pukul 6:22 pm

    @adi
    kalo pindah jurusan pasti bakal lebih dari 4 tahun. usahain pemilihan mata kuliah yang paling menguntungkan.

    • 68 adi
      April 5, 2010 pukul 10:28 am

      kok bisa Pasti lebih dari 4 tahun?

      • April 8, 2010 pukul 2:35 pm

        seperti yang saya ceritain di atas, meskipun kita tidak mengulang dari TPB, ada mata kuliah jurusan tujuan yang aslinya harus diambil di TPB, tapi tetep harus kita ambil.

        naah, mata kuliah satu ini biasanya ngeganggu banget jadwal mata kuliah paket. mau ga mau, harus ada minimal satu mata kuliah paket yang dikorbankan dan diambil tahun depan.

        tahun depannya, gantian mata kuliah paket yang belum diambil dari tahun lalu yang ngeganggu jadwal mata kuliah paket tahun ini. reaksi berantai gitu.

  59. 70 babulls
    April 16, 2010 pukul 11:42 am

    saya mau nanya nih .
    saya habis tes usm daerah itb . dan alhamdulillah keterima d fmipa .
    jujur aja , syukur sih syukur , dibilang seneng ? seneng banget .
    tp ada yg ngeganjel . saya masih penasaran sm yg lain . saya ngerasa saya masih pgn ikut lg , soalnya target awal saya itu teknik kimia .
    saya sempat berpikir kalo gasalah di itb itu bisa pindah jurusan . tp ternyata ga semudah yg dibayangkan .
    sedangkan apabila sudah diterima di itb, kita tidak boleh lg mengikuti tes itb . meskipun lewat jalur snmptn/spmb .
    menurut anda, apa yg harus saya lakukan ?
    mohon bantuannya yah ..

    • April 17, 2010 pukul 7:59 pm

      kenapa pengen masuk teknik kimia? sudah ada bayangan bakal belajar apa aja di teknik kimia? dulu ada kok kimia 2001 yang berhasil pindah jurusan ke teknik kimia. tapi sebelum itu coba dinikmati dulu aja di fmipa.

  60. April 19, 2010 pukul 10:10 pm

    asalamualaikum
    permisi saya mau nanya nih kan kemaren pas PMBP daerah ITB saya keterima di pilihan ke 3 nya, FITB(Ilmu dan Teknologi Kebumian)
    pilihan 1. FTI
    pilihan 2. FTSL
    pilihan 3. FITB

    nah ane masih ragu ragu nih di FITB ga tau knapa, apa karna demen ama FTI kali yah
    kalo mau pindah jurusan sekarang masih bisa ga kira kira ?
    syaratnya apa aja gitu ?

    btw mau nanya, kalo di FITB bagus ga, trus kira kira yang bisa meyakinkan ane supaya ga pindah jurusan apa yah ? apa bagusnya di FITB ? prospek kedepan nya gimana ?

    hehe banyak nanya nih, thx yah rifu :D

    tolong di reply via email yah :D

    • April 20, 2010 pukul 8:03 am

      seperti yang udah saya tulis di atas, kalo mau pindah jurusan di ITB harus nunggu minimal dua tahun dulu (setahun TPB dan setahun di jurusan asal), ya setidaknya peraturannya kayak gitu pas saya pindah jurusan. ntar kan pas masuk ITB bakal dikasih buku peraturan akademik tuh, baca2 lagi deh.

      kenapa demen sama FTI? udah tau di FTI bakal ngapain aja? udah tau di FTI ada jurusan apa aja? bagaimana juga dengan FITB? apakah FITB dipilih sebagai pilihan ke tiga hanya sebagai pelengkap tiga pilihan?

      bagus itu subjektif, dan alasan2 untuk jadi atau tidak jadi pindah jurusan itu bisa banyak banget. dalam kasus saya, kalo misalnya saya bisa menikmati studi di jurusan asal (dan dapet IP lebih dari cukup sebagai parameternya), itu bisa jadi alasan yang kuat untuk tidak pindah kok. kalo butuh alasan2 yang spesifik terkait FITB, harus tanya2 sama orang yang udah masuk FITB. atau minimal baca2 websitenya FITB di http://www.fitb.itb.ac.id/

      yaaah, di lain pihak, dengan sistem memilih fakultas sekarang, enaknya di dalam fakultas ntar bisa milih jurusan lagi setelah selesai TPB.

      • April 20, 2010 pukul 8:06 am

        lupa bilang, terima kasih kembali :mrgreen:

        selamat udah keterima di ITB :)

      • 75 Adriansyah
        Mei 7, 2010 pukul 11:36 pm

        aku juga kurang ngerti sih di FTI gmana gmana
        sekarang udah nguatin hati ko.
        apapun jurusannya yang penting smuanya kembali ke diri masing masing kan ?
        and aku juga percaya sama rezeki, yah kalo rezeki ku di sini ya sudah.

        lagian kalo mau kuliah di ITB kan kalo buat teknik pasti bagus..

        aku dulu ngebet pengen FITB karena mngkin denger” dari orang-orang kalo di sana prospek kerja luas, tapi kan kita ga tau juga rezeki ada yang ngatur yah hehe..

        ane bakalan usahain dulu di sini, kalo enak yah lanjut
        hehe

        thx yah buat jawabannya, hehe
        semangat kuliah ah !!

  61. April 19, 2010 pukul 10:28 pm

    di sini juga boleh ngereply nya :D

  62. Mei 8, 2010 pukul 8:02 am

    @adriansyah
    siiip, dirasain dan dinikmatin dulu aja :mrgreen:

    ah ya, sama2 :)

    • 78 Adriansyah
      Juni 11, 2010 pukul 2:00 am

      eh mas rifu
      minta ym doong
      atau ga apa aja yang bisa dihubungin biar ngobrolnya enak
      jarang pantengin ini blog nih
      ini juga kemaren sempet ilang gara gara komputer di format, untung di search ketemu lagi :)

      mau minta tips dan trik buat TPB dooong :)

  63. 80 ose itb 2010
    Juni 16, 2010 pukul 7:14 pm

    saya dapat beasiswa di oseanografi itb…kalau prospek ke sananya gimana yah kak????sebenernya saya pingin elektro itb cuman pas apply beasiswa gag ada kak…boleh pindah jurusan yah????susahkah dapet ipk 3.5 saat tpb????

    • Juni 18, 2010 pukul 4:25 pm

      wah, kalo prospek saya kurang tau juga ya. pas milih ose hanya mempertimbangkan ketersediaan beasiswanya saja? dapet IP 3.5 ketika TPB itu sebenernya lebih gampang daripada ketika sudah masuk jurusan, tapi semuanya kembali ke mahasiswanya juga, apakah dapat menyesuaikan dengan gaya belajar ketika kuliah atau tidak.

      nah, kalo boleh pindahnya atau ngga, itu selalu kembali keputusannya ke rapat wakil rektor bidang akademik dengan dekan dan kaprodi jurusan yang akan dituju dan ditinggalkan.

      yang bisa kita lakuin, kalo emang beneran pengen, ya mencermati peraturan, nanya2 (terutama) ke kaprodi jurusan yang dituju. selain itu, cermati juga term kontrak beasiswanya. kalo saya jadi yang ngasih beasiswa yang tampaknya spesifik jurusan, ketika penerima beasiswa nya pindah jurusan, tentu jadi ngga eligible lagi untuk nerima beasiswa itu.

      btw, selamat udah keterima di ITB, dapet beasiswa lagi :D

  64. 82 ose itb 2010
    Juni 16, 2010 pukul 7:18 pm

    mohon bantuan dan pencerahan yah kakak

  65. 83 ose itb 2010
    Juni 19, 2010 pukul 2:28 pm

    oh……begitu yah kak..heheheh..makasih yah kak!!!!…sebenarnya itu tuh ada program baru saat usm itb yang dinamakan BEASISWA MINAT…jadi ada beberapa jurusan yang mungkin kurang terkenal…entar ditest apakah saya layak menerima itu????begitu kak….

    nah ceritanya gini…sebenernya saya pingin masuk STEI..cuman kan sekarang tuh mahal kak..harus saya bayar 55 juta.>>>Duit darimana tuh???hahah…ortu saya gag bisa….dan pas saya cek nilai usm saya saat daftar ulang….sebenernya cukup sih buat masuk stei jurusan impian saya dari dulu..nah????kalo udah masuk bisa ikut snmptn ato usm lagi tahun depan???ato menurut kakak saya gila2xan saat TPB biar bisa pindah nih…

    tapi kalo ternyata gag bisa juga gapapa sih..karena saya bangga sudah bisa menjadi bagian dari ITB..hehehhe

    • Juni 24, 2010 pukul 9:15 pm

      waduh, pasti harus bayar 55 juta? USM sih ya, kalo SNMPTN kayaknya jauh lebih murah ya.. sayangnya taun depan ngga bisa dicobain lagi kalo udah keterima di ITB, di black list, katanya.

      eiya, gila2an belajar di TPB itu supaya IP cukup buat pindah jurusan itu cuma salah satu faktor lho. kalo emang di jurusan tujuan ngga ada tempat kosong/ngga mau nerima, ya ngga bakal bisa pindah jurusan juga.

      hehe, selamat menikmati kehidupan kampus ITB :)

  66. 85 itb mania
    Juli 27, 2010 pukul 6:59 pm

    mas rifu, boleh minta contoh surat permohonan pindah jurusannya ga??

  67. 87 itb mania
    Juli 27, 2010 pukul 6:59 pm

    kalau boleh, kirimin ke email saya.. thx :)

  68. 88 KETI
    Agustus 12, 2010 pukul 9:33 am

    pindah jirusam dari FE. KUNTANSI Ke FKIP AKUNTANSI.
    Setelah mendapatkan IP dari FE AKUNTANSI di serahkan ke ketua jurusan?
    pikiranku belum lega….
    ya bener di serahkan kemana ia??

  69. 89 KETI
    Agustus 12, 2010 pukul 9:35 am

    pindah jirusam dari FE. KUNTANSI Ke FKIP AKUNTANSI.
    Setelah mendapatkan IP dari FE AKUNTANSI di serahkan ke ketua jurusan?
    pikiranku belum lega….
    ya bener di serahkan kemana ia??
    kirim ke email aku ia….

    • Agustus 12, 2010 pukul 1:33 pm

      KETI dari perguruan tinggi mana? mungkin peraturan pindah jurusannya beda lho sama ITB, saya juga kurang tahu tentang peraturan pindah jurusan di perguruan tinggi selain ITB.. actually, bahkan peraturan pindah jurusan yang sekarang berlaku di ITB saya juga kurang tahu..

  70. 91 ade
    Agustus 23, 2010 pukul 6:34 am

    Sebelumnya mohon maaf untuk admin dan pengelola web ini, sekedar informasi aja
    ARIO AULIO sedang di cari untuk penyelesaian kasus “penipuan di forum kaskus”

    http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5009212

    Arioaulio di sini membantah bukan dirinya yang melakukan penipuan dengan alasan HP nya hilang.. tetapi rekening yang digunakan ketika melakukan transaksi atas nama ARIO AULIO.

    Namun demikian jika anda tidak merasa melakuakan penipuan segera menjawab surat terbuka di kaskus atau segera selesaikan persoalan ini di kantor polisi. mengingat korban nya banyak tidak hanya ( transaksi iphone & Windows XP).

    Terima kasih untuk moderator.

  71. 93 ade
    Agustus 23, 2010 pukul 6:45 am

    untuk Ario Aulio jika memang teman anda menggunakan nama anda untuk penipuan transaksi jual beli di kaskus. mohon segera di berikan data2 teman anda tersebut.
    bila perlu segera laporin ke polisi aja teman anda itu.
    biar kasus ini segera selesai dan nama anda pun kembali bersih.

  72. 94 Hananta
    Oktober 9, 2010 pukul 5:31 am

    Assalamuallaikum mas.. Jika pindah jurusan apa harus ikut ospek jurusan lagi?..Saya sesungguhnya juga berniat melakukan apa yg sudah mas lakukan..Untuk itu saya ingin tny lbih jauh untuk bahan pertimbangan..Jadi boleh dong sy minta alamat email/no.hp/atau apalah yg bs dihubungi dan cepat dibls..

    • November 16, 2010 pukul 1:24 am

      wa’alaikum salam. maaf baru sempat balas sekarang.

      long story short, kalo serius pengen pindah jurusan maka sudah tidak pada tempatnya lagi untuk masih mikirin ospek. non-him saja lah.

      ups, kata2 saya ngga terlalu harsh kan?

      harus saya akui, di jurusan baru saya, himpunan nya welcome sekali. saya sadar bahwa di ITB masih ada jurusan2 dimana ketika kita menjadi non-him, efeknya sangat besar ke kehidupan akademik. saya tidak bisa memberi pertimbangan dari sudut pandang itu, karena yang saya alami adalah hal yang berbeda. kecuali kalo jurusan tujuan kamu asik2 aja juga sih. :)

  73. 96 lano
    November 1, 2010 pukul 10:58 am

    Makasih ya Mas Rifu atas infonya.
    Kebetulan sekarang saya lagi mengurus pindah jurusan
    Saya dari MT mau pindah ke KI.
    Alasan saya pindah karena saya tidak cocok dengan hal-hal yang berbau teknik. Saya lebih menyukai ilmu murni.
    Alhamdulillah pihak Jurusan tujuan (KI) sudah memberikan lampu hijau, sekarang tinggal mengurus ke Jurusan yang akan ditinggalkan (MT)

    sejarah kuliah saya
    2009 – FTMD ITB via USM lanjut ke MT
    2010 – Kimia UI via SIMAK (nggak diambil karena biaya masuknya mahal)
    2010 – Pend Dokter Unair via SNMPTN(cuman daftar ulang doank terus cuti karena ortu pengen saya tetep di Ganeca)

  74. 99 Arief
    Februari 22, 2011 pukul 10:40 am

    Thanks sekali mas Rifu atas info dan share pengalamannya mengenai pindah jurusan ini.
    Sekarang saya baru mengurus pindah jurusan ini (nyari info dan permintaan kepada dekan secara lisan), nah bisa kasih masukan ga mas rifu untuk ini .. ?
    satu lagi ni mas, bisa minta alamat emailnya ga untuk nanya” lebih lanjut dan mungkin minta pendapat dan masukan buat dokumen” yang akan dibuat dan diproses

    Semoga proses pindah jurusan ini bisa berjalan lancar, amien ..

    • Februari 22, 2011 pukul 11:34 am

      sama2 Mas Arief (btw, nama saya Arief juga lho).

      pindah dari mana ke mana? masukan untuk apa? kalo soal ketemu sama dekan kayaknya udah saya tulis diatas.

      sayangnya untuk dokumen surat permohonan yang dulu saya pakai sudah hilang templatenya.

      pertanyaan bisa langsung diajukan disini kok, saya dapat notifnya ntar via email. :)

      amin :)

  75. 101 Rifin
    Maret 1, 2011 pukul 12:49 pm

    ok deh, makasih atas infonya
    Klo ingin intens mendapat informasi tentang pindah jurusan ini harus bertanya pada rektorat bagian apa ya ? Lalu apakah dimungkinkan langsung berkonsultasi dengan dekan / kajur prodi yang akan dituju ?
    Apakah bisa pindah jurusan yang latar belakang keilmuannya sangat bertolak belakang, misal teknik pindah ke seni rupa atau biologi pindah ke SBM misalnya ?
    Terima kasih :)

    • Maret 1, 2011 pukul 12:57 pm

      bagian akademik.

      sebaiknya sih memang memang menyempatkan langsung berkonsultasi dengan dekan/kaprodi yang akan dituju. hal ini terutama untuk memastikan ketersediaan di prodi yang akan dituju.

      kalo ke SBM ngga tau ya, hehe, yang jelas saya pindah dari teknik ke sains. kalo misalnya mungkin pun, fakta bahwa lebih banyak mata kuliah yang tidak bisa ditransfer karena latar keilmuan yang sangat berbeda, bisa jadi dapat mempengaruhi keputusan rapat penentuan pindah jurusan.

      makasih kembali.

  76. 103 Rifin
    Maret 1, 2011 pukul 12:58 pm

    Terus saya mw nanya lagi dong , gpp kan hehe
    pihak mana saja yang bisa memberi rekomendasi kepada kita dan pihak rektorat agar proses perpindahan ini berjalan lebih mudah dan seberapa besar kemungkinan atau keberhasilan seorang mahasiswa bisa pindah jurusan ?
    gitu aja, ditunggu ya jawabannya ..
    terima kasih :D

  77. 105 arie
    Maret 11, 2011 pukul 6:14 pm

    Minta email lo dong, rifu. Gw mau nanya2 nih.

  78. 107 ina
    Maret 14, 2011 pukul 8:42 pm

    ina perlu bantuan nech…. mas rifu kan dah pngalaman pndah fkultas. bikin surat tmbusan at dekan tu bsa ksh cntoh;y ga..
    ternyata ribet ya pndah2 fakultas ne…. nemuin sana sini and harus dngrin ceramah ri dosen..
    nah lo sdh ksh srt tmbusan k’dekan pa ge klajutan’y mas ar ntar g terkejut lg,…..

    • Maret 14, 2011 pukul 9:54 pm

      suratnya ditujukan untuk wakil rektor senior bidang akademik, bukan untuk dekan. isinya sederhana kok, pernyataan permohonan pindah jurusan, serta alasannya. ngga ada template khusus kok, bikin selayaknya surat resmi saja. sayangnya kopi digital surat saya udah ngga tau lagi ada dimana..

      yup, ribet, ya itu lah, perjuangannya…

      errrr, kalo sudah kasih surat tembusan ke dekan, ya tunggu dekan dan kaprodi jurusan yang akan dituju dan ditinggalkan rapat dengan wakil rektor senior bidang akademik. baru nanti kita bakal dikasihtau keputusannya.

  79. 109 tommy
    Maret 18, 2011 pukul 12:26 am

    mau tanya dong, kalau dari sisi prosedural itu surat apa saja yang dibutuhkan untuk bisa [indah jurusan mas rifu ?
    trus satu lagi, apa aja data pendukung yang bisa jadi pegangan / bukti untuk pindah jurusan ? trus untuk template surat”nya harus pke kop surat apa ya ?

    • Maret 29, 2011 pukul 8:48 pm

      surat permohonan pindah jurusan ke wakil rektor senior bidang akademik, dengan 4 kopi, tembusan untuk dekan dan kaprodi jurusan yang dituju dan akan ditinggalkan.

      untuk data pendukung aku dulu pake analisis jasa psikotes privat dari luar kampus. setelah diproses pun, akan ada lagi analisis psikotes dari biro psikologi internal kampus.

      suratnya dari kita sebagai pribadi ya, jadi ngga pake kop.

  80. 111 Andyka
    April 5, 2011 pukul 3:18 pm

    saya terus terang sangat berterima kasih atas penjelasannya yang sangat lengkap ini. Nah tapi yang jadi masalah ialah sekarang pun saya sedang dalam proses seperti itu dan sedang mengurusi semua kelengkapannya, tetapi sangat bingung pada saat menyusun surat permohonan.. gtw mau mulai dari mana ? apakah ada aturan baku ttg template surat yang dikeluarkan oleh rektorat dan bila tidak ada, apakah ada sumber-sumberyang bisa dijadikan tempat referensi ?
    Terima Kasih

  81. April 16, 2011 pukul 5:30 pm

    pindah engga… pindah engga…. pindah engga… pindah engga…
    pindah aja lah :-)

  82. 114 tomo
    April 23, 2011 pukul 12:44 am

    salam kenal
    ijin nyimak ya mas rifu…hehehe

    untung saya nemu page ini,jadi dapet gambaran strategi yang mesti dilakuin..
    kalo ada yang saya kurang paham bole kan banyak nanya(tentang pindah jurusan) di sini?hehe

  83. 120 rara
    Juni 12, 2011 pukul 12:15 am

    mas rifu…. mau nanya… jadi kalo mau pindah jurusan di kampus ini harus ngelewatin tahun kedua dulu? dan ipknya di atas 3.0?(aku ceritanya mau pindah ke jurusan yang masih satu fakultas) dan maksudnya tempat kursi yang kosong???

    berarrti harus survive setaun di taun kedua dengan IP 3 untuk sekarang? aku “tersesat” masuk jurusan soalnya IP tpb cuman karbon…. tapi keterimanya yang jauh dari benyanganku.. makanya aku mau berjuang buat pindah jurusan…..

    terus kalo non-him itu gmana? kan pindah jurusan tapi nga bisa ikut ospek himpunan gtu di tahun ke-3?

    aku bisa minta contactnya nga? soalnya aku mau pindah jurusan dan cari refrensi dari yang udah pernah ngalaminnya…

    • Juni 18, 2011 pukul 9:52 pm

      yup, di ITB harus ngelewatin tahun kedua dulu. IP ku dulu dibawah tiga, tp beda fakultas. tempat kursi yang kosong, yaa, setiap jurusan kan punya kapasitas mahasiswa yang bisa masuk tuh, ya maksudnya kursi kosong itu kalo misalnya kapasitas itu belum terisi penuh.

      survive setaun iya. soal IP tergantung jurusan tujuan.

      kalo soal him, tergantung kebijakan him jurusan tujuan. aku sih dulu langsung masuk. :D

      kontak bisa ke nugroho.arief@gmail.com aja, soal referensi, blogpost diatas udah cukup lengkap kok :mrgreen:

  84. 122 frivolousOwl
    Juni 22, 2011 pukul 5:51 am

    whoaa .. page ini udah dibahas dari saya masih unyu SMA kelas 1 sampai saya (alhamdulillah) masuk ke jurusannya mas Rifu yang sekarang (eh, ato udah lulus ya?) hehe . saya ‘terdampar’ di sini awalnya mau nyari tentang mikrobiologi .. eh, di google keluar blog mas Rifu .. seruu pisan ngebaca komen2 dari 4 tahun yang lalu . salut buat mas Rifu dan orang2 yang pindah kuliah, entah jurusan ato universitas, seperti kakak dan teman kakak saya juga.. Jujur aja, saya bahkan milih SITH sebagai pelengkap pilihan .. hehehe, tapi ga main2 looh pas milihnya .. jadi lah sekarang saya jatuh cinta dan searching mikrobiologi di internet .. hehehe . :) thanks for sharing mas Rifu, semoga sukses yaaa ~

  85. 124 onion
    Agustus 18, 2011 pukul 4:12 pm

    ada juga yaa yang pindah jurusan, mas2 yang disini, saya lagi galau ini *)kadang galau kadang tidak hehe…. tahun ini saya diterima di SI ITS lewat snmptn tulis, lhah terus akhir2 ini setelah tahu yang diajarin di SI saya jadi nggak yakin bisa bertahan disini, banyak pelajaran di luar, plus2 campur2 ips juga..banyak pelajaran presentasi padahal saya juga nggak terlalu pinter ngomong maksudnya berkomunikasi gitu hehe v.v” … terkadang terbesit ingin pindah ke jurusan yang sempat saya lirik dulu tekkim… tapi tekkim gradenya lebih tinggi dan tidak satu fakultas, aduhh saya takut kalau kuliah saya berakhir sama seperti waktu sma =.=” nilai turun terus x.x ” tapi kasihan juga orang tua kalo tahun depan harus bayar uang pangkal lagi (kalo ikt snmptn lg ) mohon pencerahannyaa…… apaharus ikut snmptn lg tahun depan atau gimana =.=” … galauu

  86. September 16, 2011 pukul 8:44 am

    . seharus nya mikir dulu sebelum bertindak
    . jangan bingung dibelakangan
    . jadi gini kan jadi nya akibat nya

    . nice info o0m.

  87. Oktober 16, 2011 pukul 11:10 am

    Assalamualaikum kak Rifu,
    kak kalo pindah jurusan begitu apa kah ada biaya2 yg harus dikeluarkan lg diluar biaya kewajiban kita spti sks atau sbgainya?? Terus bisa minta kringanan biaya tidak jk sudah pndh jurusan?? Terima kasih

  88. 129 bima
    Oktober 29, 2011 pukul 10:03 am

    wah saya tertarik dengan bahasan d atas…
    klo misalnya kita pingin pindah jurusan apakah kita harus ngulang dari semester 1..??
    mohon pnjelasannya..
    thx’s

    • November 4, 2011 pukul 11:26 am

      di ITB, sebagian besar mata kuliah semester 1/TPB untuk sebagian besar jurusan adalah sama. yang diulang ya paling mata kuliah spesifik yang belum diambil.

      yang harus diulang sepenuhnya terutama mulai dari semester 3/tingkat II.

  89. 131 ihsan
    November 9, 2011 pukul 12:39 pm

    Makasih Infonya ya mas :D

    Mas, kan sekarang itu ada semester pendek, apa kita bisa ngulang mata kuliah tpb spesifik jurusan baru itu di masa (Semester Pendek) tersebut?

    Terus, apa memungkinkan dari jurusan Sains dan Teknologi Farmasi bisa pindah ke Teknik Informatika?
    Syukron.

    • November 9, 2011 pukul 1:04 pm

      Terima kasih kembali. Soal semester pendek, jaman saya dulu ngga bisa, SP cuma boleh diambil bila terancam DO. Kalo sekarang bisa, ya baguslah. Soal bisa pindah ke Informatika, cek dulu saja langsung ke jurusan yang akan dituju. Ada dua hal yang biasanya membatasi, passing grade IP sama kapasitas mahasiswa. Afwan. :)

  90. Desember 6, 2011 pukul 10:06 pm

    barusan saya baca posting mas Rifu, sebenarnya saya juga punya ke “galau-an” pindah jurusan. saya Maba Tek. Sistem Perkapalan ITS 2011 yg diterima lewat jalur SNMPTN Undangan. yg sejatinya itu adalah pilihan ke-3 (pelengkap) setelah Informatika dan SI. setelah hampir 1 semester saya jalani dijurusan skrg ini dan maksain diri nyocok2in tetep aja merasa gakcocok n gaknyaman. saya pengen banget pindah ke Informatika yg udah jadi cita-cita2 saya mulai kelas 2 SMP. n buat mas Onion yg dari SI ITS tolong bagi tips gimana cara pindah di ITS. soalnya setelah saya baca di buku peratuan akademik ITS, harus bikin surat permohonan ke rektor dgn tembusan k dekan n disetujui oleh ketua jurusan asal n yg dituju n harus nempuh 1 tahun dulu :(
    n masa studi dijurusan asal ikut diitung habis itu diberi penyesuaian kurikulum. jadi makin galau bro.

    • Desember 7, 2011 pukul 11:06 am

      yang penting usaha dulu bro ;)

      • 135 hajid
        Januari 12, 2012 pukul 5:40 pm

        Assalamu’alaykum

        Akh mau tanya, ane kan baru beres semester satu. Apakah keinginan pindah jurusan itu harus diproses dari sekarang, atau nanti aja pas nunggu semester 4 di tahun kedua? Terus apa perlu dibicarain sama dosen wali? Oh iya, kalau masalah bicara sama dekan fakultas-nya itu, waktu itu akh dibantu sama wali atau kita langsung ngehubungin ke nomor kontak dekan-nya dari nomor yang udah didapet?

        Jazakallah khairan katsiiran…

      • April 30, 2012 pukul 11:31 pm

        @hajid
        wa’alaikum salam. Biasanya sih menjelang naik tingkat tiga, tapi ancang2 kan saja dari awal tingkat dua. Sebaiknya sih emang dibicarakan juga dengan wali dari jauh2 hari, kalo soal ngomong dengan dekan fakultas bisa sendiri, asal sebelumnya sudah ngomong dengan wali. Semoga bisa membantu. Barakallah :)

  91. 137 ichi
    April 30, 2012 pukul 11:42 am

    aku juga minta pindah jurusan, tp masih bingung cara.nya pertama kali yang harus saya lakukan bagaimana?

    • April 30, 2012 pukul 11:33 pm

      Ichi kuliah di UNS? langkah pertama tentunya mengecek peraturan akademik di universitas Ichi :)

      tapi yah, sejauh pengetahuan saya, teman2 yang kuliah di UNS umumnya mengambil ujian masuk universitas (sekarang namanya SNMPTN) lagi ketika ingin pindah jurusan. :)

  92. 139 ichi
    April 30, 2012 pukul 11:55 am

    tolong yang punya info bantu aku ya?
    share ke aku dong…aku butuh bgt

  93. 140 salmon
    Mei 5, 2012 pukul 11:16 am

    mas minta emailnya dong, saatnya tepat nih, di penghujung semester 4.. mau banyak tanya.. lagi super duper galau..

  94. 141 mega
    Mei 24, 2012 pukul 12:29 am

    bang rifu, kalau mau mulai ngurus2 persyaratan dan lain2 nunggu ipk keluar atau gimana? soalnya takut terlambat memulai. saya skrg di ITB baru selesai semester 4 mau pindah jurusan tetapi masih dalam satu prodi yang sama. Mohon pencerahannya bang rifu, terimakasih sebelumnya bang,

  95. 143 bayu
    Mei 26, 2012 pukul 11:15 am

    mas rifu mo nanya nih
    itu pas pindah jurusan apakah di tes lagi?

    saya juga kepikiran mo pindah nih dari Administrasi Publik FISIP ke Sastra Jepang
    soalnya dlu memang suka … dan nilai yg plg bagus cuman itu doang ~_~ dulu ndaftar di UGM gk keterima
    akhirnya daftar di UNDIP dengan milih jurusan yg asal2an soalnya dulu pas di UM gk ada pilihan Sastra Jepang soalnya klo gk salah itu juga jurusan baru

  96. 145 aryani
    Juli 1, 2012 pukul 2:17 pm

    aku mau pndah jurusan tpi kira2 alesan yang tepat apa yea,,,,

    • 146 aryani
      Juli 1, 2012 pukul 2:43 pm

      ms rifu mo nnya nea aku khan mau pindah prodi ,,,,
      kmren udh q omongin sma PA tpi nunggu abis ujian ini tpi kira2 alesannya apa yea soalnya q khan d prodi b.inggris trus pngen pndh k bhasa indonesia,,,,,
      alesan yg tepat apa yea spaya PA setuju,,,,,

  97. 148 anita
    Juli 12, 2012 pukul 7:01 am

    saya punya kasus yg sama kk. Skrg saya mahasiswa FMIPA yg akan mengikuti TPB ITB. Satu hal yg membuat saya tidak tenang, saya ternyata telah dijuruskan ke bagian Astronomi yg jelas2 saya tidak minati. Saya lebih suka dijuruskan ke bagian matematika, fisika atau kimia. Saya mengisi form minat astronomi itu karena saya kurang informasi dan ketidakmengertian saya. Saya tidak ingin masuk astro. Bisa gak bg waktu penjurusan selesai TPB saya juga ikutan isi form nya? Trus saya gak lgsg dijuruskan ke Astronomi?apa yg harus saya lakukan? Tolong kasih prosedurnya dan syarat2nya bg…
    Thanks..

  98. 150 kevin
    Agustus 4, 2012 pukul 12:43 pm

    kaka2 yang pernah berhasil pindah jurusan di itb, minta no hp nya dong, biar bsa nanya2 nih. ada rencana mau pindah jurusan juga soalnya :(. makasih

    • 151 sean
      September 5, 2012 pukul 11:06 am

      iya dong kasih infonya sebanyak mungkin..

      • April 15, 2013 pukul 11:06 am

        Informasi yang ada di tulisan di atas sebenarnya sangat lengkap meskipun mungkin sudah tidak relevan lagi karena peraturan akademik ITB yang sudah berubah. Mau info yang lengkap dan relevan? Temui wali atau kaprodi atau dekan, diskusikan tentang hal ini. Dateng ke rektorat bagian akademik dan tanyakan tentang prosedur yang berlaku. Baca kembali peraturan akademik yang seharusnya tersedia secara online. Kalau memang niat, bisa kok. :)

  99. 153 sean
    September 5, 2012 pukul 7:21 pm

    rifu kok ngak pernah posting dan kasih informasi2 lagi?

  100. 155 edo
    Oktober 9, 2012 pukul 6:37 am

    kaka rifu, aku mau tanya2 nih.. bisa minta alamat email ga??

  101. 156 edo
    Oktober 9, 2012 pukul 8:33 pm

    kaka rifu kan dari tekim, knapa pindah jurusan??
    bukannya kerjaan orang tekim itu bagus2, kata orang sih..
    tolong bales ya…
    atau lewat imel..

    • April 15, 2013 pukul 11:01 am

      Karena pengen. Kerjaan anak TK memang bagus, tapi pada akhirnya saya waktu itu tidak bisa menikmati kuliahnya. Jadi saya pindah jurusan ke Mikrobiologi sehingga bisa kuliah dengan lebih bermotivasi. Kurang lebih gitu.

  102. Januari 10, 2013 pukul 8:39 am

    kak aku mau nanya tentang pindah ke fsrd, aku sekarang teknik. TPB mereka kan beda banget dan kalau aku hitung bisa sampai 10an sks yang beda. Itu cara ngambilnya bagaimana ya

    • April 15, 2013 pukul 11:00 am

      maaf baru balas.. SKS yang beda/non-transferable ya harus diambil lagi. cara ngambilnya? sks paket harus dikorbankan untuk diambil di tahun selanjutnya, yang artinya kemungkinan besar bakal nabrak jadwalnya sama mata kuliah paket tahun selanjutnya lagi.. makanya mahasiswa pindah jurusan lulusnya bisa tipis banget sama batas waktu studi :)

  103. 160 sean
    April 27, 2013 pukul 12:21 pm

    kak rifu. pindah di peraturan akademik itu menyatakan kalau antar fakultas ,kalau dalam fakultas yang sama bagaimana?

  104. April 30, 2013 pukul 3:28 pm

    hai, bro. sekarang nasib gue lagi kayk loe nih… mirip bgt,, cuma bedanya gue dari biologi mau ke sastra…

  105. 162 sean
    Mei 2, 2013 pukul 1:57 pm

    kak rifu boleh minta email atau nomer hp ya ngak?.Tolong banget butuh bantuannya ,saya ingin tanya2 lebih detail dan ingin tau seluk beluknya menjalani proses pindah jurusan di itb.Terimakasih.

  106. 163 Nurul A
    Mei 9, 2013 pukul 5:50 pm

    saya baru semester 2, mau pindah jurusan, masih satu fakultas sih.. tapi gak tau caranya gimanaa -_-

    maaf mas, bisa dibantu gak gmna format surat permohonan pindah jurursannya ?

  107. 164 mar
    Juli 23, 2013 pukul 11:05 am

    Waduh, maaf, salah masuk. Sempat baca sebentar dan jadi liat para junior sudah bisa menentukan jurusannya sejak masih di bangku sekolah menengah. Di atas ada yang dari STT Telkom juga? Saya ikut bagi sejarah saya, ya. Terima-kasih sebelumnya.

    Sejarah:
    1994 – umptn UGM (arsitektur + sipil)
    1994 – tes masuk STT Telkom (D3 teknik elektro) => ini di ajak teman untuk latihan soal doan sehingga asal milih jurusan dan gak peduli s1/d3. Keburu keterima di STTT dan melupakan cita-cita masuk arsitektur dan tidak pernah tahu lulus tidaknya di UGM. (Ada yg tahu situs yang berisi informasi umptn UGM tahun 1994? Jadi penasaran.)

    Akibat asal milih jurusan, gak punya semangat untuk kuliah dan cuma ngabisin duit ortu (entah apa yang ada di kepala saat itu – bodoh sekali!). Setelah hampir di-do tahun 2000/2001 (gila, d3 6-7 tahun?), akhirnya dengan terpaksa meluluskan diri dengan ip seadanya (maksudnya, ya cuma segitu adanya).

    Tahun 2002 ada teman yg mau melanjutkan s1 ekstensi di UGM. Sekali lagi, saya ikut-ikutan teman. Karena sdh kenal komputer waktu di STT, kali ini saya memilih T. Elektro dengan penjurusan Sistem Komputer dan Informatika. Sebagai persiapan, belajar lagi tentang elektronika dan kalkulus. Saat itu baru sadar, ternyata elektronika itu menyenangkan dan tidak susah kalau kita niat belajar (kalau kalkulus, sebelumnya pun sudah suka waktu masih di STT, dan justru di mata pelajaran itu saya paling enjoy, meski cuma dapat B).

    Akhir cerita, lulus juga di S1 ekstensi UGM sesuai batasan yang diberikan (4 semester) dan ip lumayan untuk cari kerja pada tahun 2004. Nganggur 6 bulan, kemudian diterima kerja tahun 2005 dan lanjut sampai sekarang. Saat ini mau belajar lagi. Kali ini sedang menyasar S2 di ITB/UI (bakal capek sekali lantaran jauh dari rumah) – kalau ada kuliah sore/malam/akhir minggu. Wish me luck, ya – and wish you luck too. Thanx.

  108. Juli 29, 2013 pukul 9:47 pm

    kak,, mau tanya boleh ya,,?

    saya dri FMIpa biology smrg, angkatan 2013 ini, tpi sbnrnya saya dri dulu pengenn bggttt msuk Psikology, karna saya dri IPA dan masuk Psikology it jalur IPS jadi (tnda kutip) gk “berani” ngambil..
    bisa gak yah ? dri FMIPA misalnya sem II nti pindaah jurusan ke Psikology,yg bid keilmuan nya “IPS”

    MAKASih kak..:D salam

  109. 166 Tengku Muhammad
    Juli 31, 2013 pukul 7:54 pm

    Kakak anak FITB itu ya yang sering jadi legenda diantara anak-anak SITH itu ya? Dulu cerita itu sering memotivasi saya, tapi sayangnya saya tidak sesabar kakak. Saya TM, SITH Rekayasa 2012, sekarang sih udah pindah ke FMIPA Biologi UI 2013. Saya mau pindah ke sains, tapi dari IP saya yang dibawah satu sepertinya sudah tidak mungkin. Salam Kangen untuk Bandung Kak :’)

  110. 167 detri
    Oktober 21, 2013 pukul 10:35 pm

    kakak,kalau di IPB bisa pindah prodi gak ya?:”(

  111. 168 muhammad ghufron
    November 12, 2013 pukul 5:20 pm

    kak saya boleh minta emailnya gak kak? saya ghufron mahasiswa teknik di ITB saya seperti g menikmati apa yang sedang saya jalani di jurusan ini mohon kak kirim kakak ya. terimakasih :)

  112. Desember 12, 2013 pukul 12:58 am

    gan ane mau nanya nih……
    ane kn semestr 3, trus mau pindah juruasn sekalian kampus (UNISMA MALANG) kira2 bisa ngk kalau pindah jurusan sekalian pindah kampus ud semester 3 gtu………….??

  113. 170 ramanda
    Desember 19, 2013 pukul 12:38 pm

    mas rifu, saya korban salah jurusan nih. mau tanya’ boleh kirim alamt FB ? emailnya ?

  114. 171 nur ilmi
    Januari 9, 2014 pukul 12:11 pm

    Ass…..
    Ka” saya mau pindah jurusan tapi jurusan yang mau saya pindahi itu mahasiswanya lebih banyak dari pada mahasiswa yang ada di jurusan saya..
    Bagaimana solusinya ka” ap saya masih bisa pindah??

    Tolong konfirmasinya secepatnya ya ka”??!

  115. 172 suardi
    April 29, 2014 pukul 12:28 pm

    klo menurut semua kawan disini jurusan apa yg paling menarik untuk sekarang ? ??? ingin jawaban…>

  116. 173 Gloria
    Juli 24, 2014 pukul 2:34 am

    mas rifu, kalau transfer univ ke itb itu susah ga ya?

  117. 174 Gloria
    Juli 24, 2014 pukul 2:37 am

    aku pengen banget kak ke STEI ITB :’)

  118. Agustus 22, 2014 pukul 9:14 am

    Assm. Kakak…. kenalin saya haura. Saya ini maba d3 uns komunikasi kakak. Yang saya tanyakam jika saya lulus dari d3 saya bisa ikut kelas ekstensi ui berbeda jurusan dari d3 (*contohnya saya ingin mengambil adm.negara atau adm. Niaga di ui) apakah bisa ? Tolong banget kakak, jawabannya dikirim ke email saya aja hauraariesta@gmail.com. terima kasih :)

  119. 176 clvrstnt
    September 23, 2014 pukul 10:22 pm

    kak saya sekarang sedang kuliah di Sistem Informasi, saya sih masih mencoba menikmati, walaupun belum ketemu sama sisi gak nyamannya. tapi dalam lubuk hati saya sendiri masih banget pengen kuliah arsitek gitu. dan saya sadar kalo bakat saya itu nggambar sama imajinasi gitu ( bakat saya ini telat banget baru saya sadari) dan disisi lain saya nanti itu kerjanya pengennya jadi artpreneur gitu kalo dari arsitek kan masih nyambung. saya sih pengennya bisa pindah jurusan lewat birokrasi tapi di buku peraturan akademik gak ada :’ gimana advicenya dari kakak. saya juga galau karena saya sudah tahun kedua tapi di Sistem Informasi baru semester 1
    atau advicenya bisa dikirim ke email xclvrstntx@yahoo.com

  120. 177 DIAH
    November 6, 2014 pukul 7:57 am

    kalo pindah jurusan saat mau ngambil program magister bisa gak gan??? soalnya engen melanjutkan S2 cm pengen ngambil jurusan berbeda …. mohon infonya gan :D


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


berapa orang sih yang hadir?

tracker

Parameter eksistensi kah?

  • 58,237 hits

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: